‹ Semua renungan

Rabu, 19 Januari 2028

Lima Batu Licin

Dalam menghadapi masalah besar, kita cenderung mengira butuh senjata yang besar pula. Perlu modal banyak, koneksi kuat, gelar tinggi. Kita menunda melangkah karena merasa perlengkapan kita belum cukup untuk melawan raksasa di depan mata.

Daud tidak berpikir begitu. Menghadapi Goliat, raksasa bersenjata lengkap yang menggetarkan seluruh pasukan Israel, ia justru memilih lima batu licin dari dasar sungai dan sebuah umban gembala. Alat paling sederhana yang ia kenal sejak kecil. Ia tidak berpura-pura menjadi prajurit; ia maju sebagai dirinya sendiri, seorang gembala.

Rahasianya bukan pada batu itu, melainkan pada kalimatnya: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam." Goliat bersandar pada perlengkapannya. Daud bersandar pada Allahnya. Dan ia menambahkan, "TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing."

Kita sering menunggu menjadi cukup lengkap sebelum berani menghadapi tantangan hidup: cukup pintar, cukup kaya, cukup kuat. Padahal Tuhan lebih suka bekerja lewat lima batu licin di tangan orang yang percaya, daripada lewat senjata megah di tangan orang yang hanya mengandalkan diri.

Raksasa apa yang sedang berdiri di depan kita hari ini? Barangkali Tuhan tidak menunggu kita menjadi lebih hebat. Ia hanya menunggu kita maju dengan nama-Nya, membawa apa yang sudah ada di tangan.

Tuhan, aku sering merasa perlengkapanku terlalu kecil untuk masalahku yang besar. Ajarilah aku maju dengan lima batu licin dan nama-Mu, sebab kemenangan ada di tangan-Mu, bukan pada senjataku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →