Rabu, 19 Januari 2028
Rabu II Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Samuel 17:32-33,37,40-51
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Mazmur Tanggapan Mazmur 144:1-2,9-10
Bacaan Injil Markus 3:1-6
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Renungan
Lima Batu Licin
Dalam menghadapi masalah besar, kita cenderung mengira butuh senjata yang besar pula. Perlu modal banyak, koneksi kuat, gelar tinggi. Kita menunda melangkah karena merasa perlengkapan kita belum cukup untuk melawan raksasa di depan mata.
Daud tidak berpikir begitu. Menghadapi Goliat, raksasa bersenjata lengkap yang menggetarkan seluruh pasukan Israel, ia justru memilih lima batu licin dari dasar sungai dan sebuah umban gembala. Alat paling sederhana yang ia kenal sejak kecil. Ia tidak berpura-pura menjadi prajurit; ia maju sebagai dirinya sendiri, seorang gembala.
Rahasianya bukan pada batu itu, melainkan pada kalimatnya: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam." Goliat bersandar pada perlengkapannya. Daud bersandar pada Allahnya. Dan ia menambahkan, "TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing."
Kita sering menunggu menjadi cukup lengkap sebelum berani menghadapi tantangan hidup: cukup pintar, cukup kaya, cukup kuat. Padahal Tuhan lebih suka bekerja lewat lima batu licin di tangan orang yang percaya, daripada lewat senjata megah di tangan orang yang hanya mengandalkan diri.
Raksasa apa yang sedang berdiri di depan kita hari ini? Barangkali Tuhan tidak menunggu kita menjadi lebih hebat. Ia hanya menunggu kita maju dengan nama-Nya, membawa apa yang sudah ada di tangan.
Tuhan, aku sering merasa perlengkapanku terlalu kecil untuk masalahku yang besar. Ajarilah aku maju dengan lima batu licin dan nama-Mu, sebab kemenangan ada di tangan-Mu, bukan pada senjataku. Amin.
Invitatorium
RABU II PAGI
Pembukaan
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 39
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
Ant. Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 52
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:10, 16; Yesaya 63:8, 9
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
1Sam 2,1-10
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU II SIANG
Madah
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Mazmur 118 (119),57-64
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU II SORE
Madah
Ant.1: Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Mazmur 61 (62)
Ant.1: Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Mazmur 66 (67)
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Gottfried atau Geoffrey
pengaku Iman
Hidup dari tahun 1097 sampai dengan tahun 1127. Gottfried karena tertarik pada cita-cita kemiskinan Santo Norbertus, maka ia mengubah istananya di Cappenberg, Jerman menjadi suatu biara. Demikian juga dengan istri dan kedua saudara perempuannya masuk ke biara lain juga yang didirikan oleh Gottfried. Sejalan dengan itu Gottfried menjadi biarawan Premonstratens dan beramal bagi kaum Miskin.
Santo Marius
martir
Hidup sebagai seorang Bangsawan kaya dari Persia. Mempunyai 2 orang anak yang bernama Audifax dan Abakus dari istrinya yang bernama Martha. Ia dating ke roma untuk berziarah di pusat Gereja Kristus dan makam para martir. Pada saat kedatangannya itu juga terjadi peristiwa penyiksaan terhadap jemaat Kristen di Roma, ia sangat prihatin melihat nasih orang-orang Kristen yang dianiaya tersebut.
Oelh dorongan imannya ia mengunjungi orang-orang Kristen yang dipenjara dengan tanpa rasa takut sedikitpun. Kekayaan dibagi-bagikan kepada mereka demi kelangsungan hidupnya. Tak lama kemudian Marius bersama istri dan edua anaknya ditangkap. Marius tak gentar menghadapi perlakuan-perlakuan serdadu romawai waktu itu. Ia percaya bahwa Kristus menyertai dia dan akan menganugerahkan kepadanya mahkota surgawi.
Senato Gerlakus, pengaku Iman
Gerlakus diantara orang Kudus menjalani hidupnya sebagai perwira. Ia lahir tahun 1100 daerah Limbur selatan dan meninggal pada 5 Januari 1172. Gerlakus selama hidupnya selalu membela kebenaran dan keadilan. Sebagai penrwira yang tangkas dalam bermain pedang dimedan perang, sehingga ia dikenal sebagai Ksatria gagah berani yang tidak takut kepada siapapun.
Semenjak kematian istrinya, menjadikan tonggak kehidupan baru dalam pengabdiannya kepada Tuhan. Kemudian ia berangkat ke Roma untuk melakukan pengakuan dosa-dosanya kepada Sri Paus Eugenius III. Dari Roma ia pergi berziarah ke Yerusalem. Di Yerusalem inilah Gerlakus mengabadikan dirinya pada karya perawatan orang-orang sakit di rumah sakit Santo Yohanes. Selama tujuh tahun mengabdikan dirinya di tumah sakit tersebut, Gerlakus kemudian kembali ke Roma. Atas ijin Sri Paus, ia kembali ke tanah airnya dan menjalankan tapanya disana. Kemudian ia menetap di Houthem. Atas kebaikan Uskup setempat Gerlakus diberikan dua buah rumah, dimana yang satu untuk tempat tinggal dan yang satu lagi untuk berdoa..
Setiap hari Gerlakus berziarah ke makam Uskup (santo) Servatius di Maastricht, dan setiap hari sabtu ia berziarah ke gereja Santa Perawan maria di Aachen. Dimana tempat tinggalnya samapai saat ini disebut orang Houthem Sint Gerlach.