‹ Semua renungan

Rabu, 12 Januari 2028

Berbicaralah, Tuhan

Anak kecil yang dipanggil namanya di tengah malam biasanya berlari ke kamar orang tuanya. Suara di kegelapan selalu ia kira suara ayah atau ibu, sebab hanya dua suara itu yang ia kenal. Ia belum punya perbendaharaan suara yang lain.

Samuel muda begitu juga. Tiga kali Tuhan memanggilnya di malam hari, dan tiga kali ia berlari kepada Eli, "bukankah bapa memanggil aku?" Ia mendengar suara itu jelas, tetapi salah mengenali sumbernya. Alkitab memberi alasannya dengan jujur: "Samuel belum mengenal TUHAN." Mendengar dan mengenali ternyata dua hal berbeda.

Di sinilah peran Eli menjadi penting. Imam tua yang matanya sudah kabur itu akhirnya mengerti, "Tuhanlah yang memanggil anak itu." Ia lalu mengajari Samuel menjawab: "Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Samuel butuh seseorang yang lebih berpengalaman untuk menolongnya mengenali suara Tuhan.

Kita pun sering mendengar panggilan tetapi bingung dari mana asalnya. Suara hati? Keinginan sendiri? Tuhan? Tidak memalukan untuk bertanya kepada orang yang lebih dewasa imannya, seperti Samuel bertanya kepada Eli. Iman jarang tumbuh sendirian; ia butuh pembimbing.

Dan mungkin doa terindah untuk memulai hari sesederhana kalimat Samuel: berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar. Bukan sebaliknya, dengarlah Tuhan, sebab hamba-Mu ini banyak maunya.

Tuhan, ajarilah aku mengenali suara-Mu di antara sekian banyak suara. Dan berilah aku hati Samuel yang berkata: berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →