‹ Semua renungan

Kamis, 13 Januari 2028

Tuhan Bukan Jimat

Di banyak tempat orang masih menyimpan benda yang dianggap membawa keberuntungan: keris, batu akik, azimat yang digantung di pintu. Harapannya, benda itu bekerja sendiri, melindungi pemiliknya tanpa perlu ia mengubah hidupnya. Cukup dimiliki, tidak perlu ditaati.

Israel jatuh ke dalam godaan yang sama, hanya dengan benda yang jauh lebih suci. Setelah kalah perang melawan Filistin, para tua-tua berkata, "Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita." Tabut perjanjian, tanda kehadiran Allah, mereka perlakukan seperti jimat perang. Bawa saja bendanya, pasti menang.

Mereka bahkan bersorak begitu nyaring sampai bumi bergetar. Tetapi hasilnya justru bencana: Israel kalah lebih telak, tabut itu dirampas, dan kedua anak Eli tewas. Allah menolak diperlakukan sebagai benda keberuntungan.

Ini peringatan yang tajam bagi kita yang beragama. Salib di leher, rosario di kaca mobil, air suci di rumah, semuanya baik selama menjadi tanda iman. Tetapi begitu kita mengira benda-benda itu bekerja otomatis sementara hidup kita jalan terus tanpa pertobatan, kita sedang menurunkan Allah menjadi jimat.

Tuhan tidak bisa dibawa-bawa untuk memenangkan pertempuran kita sambil kita mengabaikan kehendak-Nya. Ia bukan benda yang dimiliki, melainkan Pribadi yang ditaati.

Tuhan, ampunilah aku bila selama ini memperlakukan-Mu seperti jimat: kusimpan untuk keselamatanku, tetapi tak kudengar suara-Mu. Ajarilah aku menaati Engkau, bukan sekadar memiliki tanda-tanda-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →