Rabu, 12 Januari 2028
Rabu I Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Samuel 3:1-10,19-20
Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering. Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur. Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali." Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.
Mazmur Tanggapan Mazmur 40:2,5,7-10
Bacaan Injil Markus 1:29-39
Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Renungan
Berbicaralah, Tuhan
Anak kecil yang dipanggil namanya di tengah malam biasanya berlari ke kamar orang tuanya. Suara di kegelapan selalu ia kira suara ayah atau ibu, sebab hanya dua suara itu yang ia kenal. Ia belum punya perbendaharaan suara yang lain.
Samuel muda begitu juga. Tiga kali Tuhan memanggilnya di malam hari, dan tiga kali ia berlari kepada Eli, "bukankah bapa memanggil aku?" Ia mendengar suara itu jelas, tetapi salah mengenali sumbernya. Alkitab memberi alasannya dengan jujur: "Samuel belum mengenal TUHAN." Mendengar dan mengenali ternyata dua hal berbeda.
Di sinilah peran Eli menjadi penting. Imam tua yang matanya sudah kabur itu akhirnya mengerti, "Tuhanlah yang memanggil anak itu." Ia lalu mengajari Samuel menjawab: "Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Samuel butuh seseorang yang lebih berpengalaman untuk menolongnya mengenali suara Tuhan.
Kita pun sering mendengar panggilan tetapi bingung dari mana asalnya. Suara hati? Keinginan sendiri? Tuhan? Tidak memalukan untuk bertanya kepada orang yang lebih dewasa imannya, seperti Samuel bertanya kepada Eli. Iman jarang tumbuh sendirian; ia butuh pembimbing.
Dan mungkin doa terindah untuk memulai hari sesederhana kalimat Samuel: berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar. Bukan sebaliknya, dengarlah Tuhan, sebab hamba-Mu ini banyak maunya.
Tuhan, ajarilah aku mengenali suara-Mu di antara sekian banyak suara. Dan berilah aku hati Samuel yang berkata: berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar. Amin.
Invitatorium
RABU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa
MADAH
Terang kemuliaan Bapa
Ant. 1 Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Mazmur 18
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).
Ant. Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Ant. 2 Tuhan telah menyelamatkan aku; Ia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Ant. Tuhan telah menyelamatkan aku; Ia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Ant. 3 Tuhan, nyalakanlah terang untuk petunjukku dan serakkanlah kegelapanku.
Ant. Tuhan, nyalakanlah terang untuk petunjukku dan serakkanlah kegelapanku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yohanes 14:6; Sirakh 24:9
RESPONSORIUM Yohanes 1:18; Matius 11:27
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46 (47)
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU I SIANG
Madah
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat (1Ptr 1,15-16)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU I SORE
Madah
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Ant.2: WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Hilda
Abbas
Hilda lahir pada tahun 617 dari sebuah keluarga Anglo-Saxon yang terhormat. Ia bertobat menjadi Kristen ketika ia berumur kira - kira 13 tahun. Tak lama kemudian, ia menjadi seorang biarawati di biara NOrthumbria, di lembah sungai Wear.
Pada tahun 657, ia mendirikan sebuah biara yang dikenal dengan nama biara Whitby. Perkumpulan ini segera terkenal dan banyak orang datang kepadanya untuk meminta nasihat. Orang - orang itu berasal dari beberbagai kalangan: dari kalangan pemerintah, rakyat jelata, dan ada pula dari kalangan rohaniwan/wati.
Pada tahun 664 diadakan sebuah sinode di Whitby untuk membicarakan berbagai masalah iman, antara lain menentukan tanggal hari Raya Paskah dengan tata cara Romawi. Hilda memainkan peranan sangat besar dalam sinode itu. Ia meninggal sebagai seorang Abbas di biara Whitby, Inggris Utara.
Santo Elred/Aelredus OSA
Abbas
Elred hidup antara tahun 1109-1167. Ia dikenal sebagai kepala Istana raja David dari Skotlandia. Pada tahun 1133 ia masuk biara Sisterian dan hidup bermatiraga keras. Terhadap biarawan - biarawan yang dipimpinnya, Abbas berlaku murah hati, sehingga tak seorang pun yang mau meninggalkan biara.
Santo Modestus
Uskup dan Abbas
Modestus yang berarti Sopan dan sederhana, adalah bekas Abbas dan Uskup di Yerusalem. Sebagai Uskup di kota suci Yerusalem, ia sendiri berusaha membangun kembali tempat - tempat suci. Disamping itu, ia memusatkan perhatiannya pada kegiatan memelihara dan merawat orang -orang yang terluka dalam perang. Jenazahnya dimakamkan di atas bukit Zaitun pada tahun 630.