Sabtu, 11 Desember 2027
Tamu yang Tidak Dikenali
Kita pernah mendengar cerita semacam ini: seorang direktur datang ke pabriknya sendiri dengan baju lusuh, lalu ditolak satpam di gerbang. Semua orang menunggu kedatangan orang besar, tetapi membayangkannya dengan satu cara saja. Ketika ia datang dengan cara lain, tidak ada yang mengenalinya.
Orang Israel menunggu Elia. Sirakh melukiskannya penuh kobar: nabi bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar, yang diangkat ke surga dalam olak angin berapi. Mereka menunggu sosok sedahsyat itu turun kembali dari langit.
Lalu Yesus berkata pelan kepada murid-murid-Nya: "Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka." Elia itu Yohanes Pembaptis. Bukan turun dari langit dengan kereta berapi, melainkan tampil dari padang gurun dengan jubah bulu unta. Karena tidak cocok dengan bayangan, ia tidak dikenali. Karena tidak dikenali, ia dipenjara dan dibunuh.
Ini peringatan serius untuk musim penantian kita. Tuhan yang kita nanti-nantikan bisa saja sudah datang hari ini: lewat orang yang menegur kita, lewat tamu yang merepotkan, lewat orang miskin yang mengetuk. Jangan sampai kita sibuk memandang langit dan menolak Dia di gerbang.
Tuhan, berilah aku mata yang mengenali kedatangan-Mu dalam rupa yang tidak kuduga. Amin.