Sabtu, 11 Desember 2027
Sabtu II Adven
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Sirakh 48:1-4,9-11
Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar. Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.
Mazmur Tanggapan Mazmur 80:2-3,15-16,18-19
Bacaan Injil Matius 17:10-13
Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Renungan
Tamu yang Tidak Dikenali
Kita pernah mendengar cerita semacam ini: seorang direktur datang ke pabriknya sendiri dengan baju lusuh, lalu ditolak satpam di gerbang. Semua orang menunggu kedatangan orang besar, tetapi membayangkannya dengan satu cara saja. Ketika ia datang dengan cara lain, tidak ada yang mengenalinya.
Orang Israel menunggu Elia. Sirakh melukiskannya penuh kobar: nabi bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar, yang diangkat ke surga dalam olak angin berapi. Mereka menunggu sosok sedahsyat itu turun kembali dari langit.
Lalu Yesus berkata pelan kepada murid-murid-Nya: "Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka." Elia itu Yohanes Pembaptis. Bukan turun dari langit dengan kereta berapi, melainkan tampil dari padang gurun dengan jubah bulu unta. Karena tidak cocok dengan bayangan, ia tidak dikenali. Karena tidak dikenali, ia dipenjara dan dibunuh.
Ini peringatan serius untuk musim penantian kita. Tuhan yang kita nanti-nantikan bisa saja sudah datang hari ini: lewat orang yang menegur kita, lewat tamu yang merepotkan, lewat orang miskin yang mengetuk. Jangan sampai kita sibuk memandang langit dan menolak Dia di gerbang.
Tuhan, berilah aku mata yang mengenali kedatangan-Mu dalam rupa yang tidak kuduga. Amin.
Invitatorium
SABTU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Santa Perawan Maria dari Guadalupe
MADAH
Ave Maria, gratia plena
PSALMODI
Ant. 1 Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, Penyelamatnya.
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam Bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
Ant. Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, Penyelamatnya.
Ant. 2 Bangunlah, kekasihku, yang cantik jelita, dan datanglah; bunga-bunga harum kini bermekaran di bumi.
Mazmur 46
Allah, perlindungan dan kekuatan kita
Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).
Ant. Bangunlah, kekasihku, yang cantik jelita, dan datanglah; bunga-bunga harum kini bermekaran di bumi.
Ant. 3 Lihatlah, kekasihku datang kepadaku, melompat-lompat di atas gunung, melompati bukit-bukit.
Mazmur 87
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita yang merdeka; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).
Ant. Lihatlah, kekasihku datang kepadaku, melompat-lompat di atas gunung, melompati bukit-bukit.
BACAAN
RESPONSORIUM
Lihat Mazmur 23:4; 109:22; Yesaya 66:13; Mazmur 121:6
RESPONSORIUM Lihat Matius 22:37-39; Matius 25:40
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Mazmur 91 (92)
Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Ant.2: Muliakanlah Allah kita.
Ul 32,1-12
Ant.2: Muliakanlah Allah kita.
Ant.3 Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Mazmur 8
Ant.3: Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Bacaan Singkat (Yes 11:1-2a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan akan mengangkat panji sekalian bangsa dan akan menghimpunkan bangsa Israel yang tercerai-berai.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan akan mengangkat panji sekalian bangsa dan akan menghimpunkan bangsa Israel yang tercerai-berai.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan singkat (1Raj 2,2b-3)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU III SORE I
Madah
Ant.1: Yerusalem, bersukacitalah dengan kegembiraan besar, sebab Penyelamat akan datang padamu, alleluya.
Mazmur 112 (113)
Ant.1: Yerusalem, bersukacitalah dengan kegembiraan besar, sebab Penyelamat akan datang padamu, alleluya.
Ant.2: Aku, Tuhan, menegakkan keadilan. Karya keselamatanKu takkan Kutunda lagi.
Mazmur 115 (116B,10-19)
Ant.2: Aku, Tuhan, menegakkan keadilan. Karya keselamatanKu takkan Kutunda lagi.
Ant.3: Hendaknya kita berlaku adil dan saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Tuhan.
Flp 2,6-11
Ant.3: Hendaknya kita berlaku adil dan saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Tuhan.
Ant.Kidung (Mi III): Selain Aku tiada Allah; Akulah Allah yang menjadi manusia. Di hadapanKu semua lutut bertekuk, dan semua lidah memuji Aku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Selain Aku tiada Allah; Akulah Allah yang menjadi manusia. Di hadapanKu semua lutut bertekuk, dan semua lidah memuji Aku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU I
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat (Ul 6,4-7)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Damasus
Paus dan Pengaku Iman
Sebelum Yesus kembali kepada BapaNya, Ia bersabda: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20) Betullah janji Yesus ini dialami Paus Damasus ketika ia dipilih menjadi Paus pada tanggal 1 Oktober 366, menggantikan Paus Liberius (352-366). Pada masa itu bidaah Arianisme dan bidaah-bidaah lainnya berkembang pesat di mana-mana, dan berhasil mempengaruhi sejumlah besar uskup, imam dan umat Kristen. Terpilihnya Damasus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus sungguh tepat dengan situasi dan gejolak zaman saat itu. Damasus terkenal cakap dan suci. Ia anak seorang imam Spanyol di Roma. Kemungkinan besar pada waktu itu Damasus berkarya sebagai diakon di wilayah gereja ayahnya sebelum ia diangkat menjadi Paus. Ia menyuruh Santo Hieronimus, sekretarisnya, untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Ia dengan gigih membela primat Paus dalam masalah-masalah Gerejawi. Selama pontifikatnya, katakombe-katakombe dibuka kembali dan para peziarah di sana dibesarkan hatinya.
Damasus menentang habis-habisdn tuntutan-tuntutan Ursinus, pendukung ulung Arianisme. Situasi pertikaian semakin menjadi runyam oleh kenyataan bahwa Damasus didukung oleh Feliks II - Paus tandingan pada masa kepemimpinan Paus Liberius - dan Kaisar Valentianus mengasingkan Ursinus dan para pengikutnya. Usaha-usaha dari Ursinus dan pengikut-pengikutnya untuk menjelek-jelekkan ketenaran dan nama baik Damasus dibantah habis-habisan ketika suatu sinode yang diselenggarakan di Aquileia pada tahun 381 menemukan bahwa tuduhan-tuduhan kebejatan moral terhadap Paus Damasus sama sekali tidak beralasan.
Damasus menghukum doktrin-doktrin berikut: Arianisme yang menyangkal keilahian Kristus; Apollinarianisme yang menyangkal tidak hanya keilahian Kristus tetapi juga kemanusiaanNya; dan Macedonianisme, yang menyatakan bahwa Roh Kudus lebih rendah derajadNya daripada Putera. Dalam menghukum ajaran-ajaran ini, Paus Damasus bertindak dengan bijaksana sesuai dengan keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Konsili Konstantinopel pertama pada tahun 381. Priscillian, seorang heretik asal Spanyol yang menganut paham Manicheisme juga dihukum oleh Paus Damasus.
Dalam semua pertikaian ini, Damasus menuntut suatu pengakuan akan primat Uskup Roma dalam masalah-masalah Gerejawi. Sebagai salah satu hasilnya, beberapa sejarawan menjuluki, Damasus sebagai pengasal klaim/tuntutan Paus akan supremasi di dalam Gereja. Ia secara konsekuen bertindak sebagai pemimpin Gereja sesuai apa yang dikatakannya. Kesaksian hidup itu sungguh memperkokoh posisi Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus di dunia.
Damasus tidak tanggung-tanggung di dalam usahanya untuk mempertinggi wibawa dan memperluas pengaruh Gereja. Ia tidak ingin kalau pelayan-pelayan umat bertindak tidak sesuai dengan martabatnya. Ia tidak ingin kalau mereka tidak memperhatikan kaum miskin. Oleh karena itu, ia bekerja sama secara erat dengan Kaisar Valentinianus untuk melarang rohaniwan-rohaniwan mengorbankan para janda dan anak-anak yatim-piatu. Damasus dianggap sebagai Paus, pertama yang mempekerjakan seorang delegatus apostolik di suatu wilayah yang berada di dalam kancah pertikaian. Ia menunjuk Aschollius, Uskup Tesalonika, untuk tetap memangku yurisdiksi religius Roma di Ilyricum ketika wilayah itu berada di bawah pengaruh politik Konstantinopel. Kaisar Valentinianus menerbitkan satu edikta yang menyetujui yurisdiksi Uskup Roma atas semua kasus menyangkut Gereja.
Paus Damasus, seorang ahli Ilmu Ketuhanan dan Kitab Suci, serta mahir pula dalam Kesusastraan Latin dan Kebudayaan. Dalam masa pontifikatnya, ada juga bapa-bapa Gereja yang terkenal seperti Santo Anastasius, Ambrosius, Gregorius dari Nyssa, Basilius, Hieronimus, dan Gregorius dari Nazianz. Damasus bersama Santo Hieronimus, sekretarisnya, mengusahakan suatu kanon Kitab Suci yang mendaftarkan buku-buku Kitab Suci. Kanon Kitab Suci itu diterima dalam Konsili Roma pada tahun 382. Kemungkinan kanon Kitab Suci itulah warisannya yang terbesar untuk generasi kemudian.
Sebelum kematiannya pada tahun 384, ia meminta agar jenazahnya tidak dimakamkan bersama Paus-Paus lain di pekuburan Santo Kallistus, tetapi bersama ibu dan saudarinya di sebuah gereja kecil di Via Ardeatina. Permintaannya itu benar-benar dihargai. Sekarang - demikian kata cerita - relikuinya disemayamkan di sebuah gereja kecil yang ia dirikan, yaitu gereja Santo Lorenzo di Damaso.