‹ Semua renungan

Senin, 8 November 2027

Sebesar Biji

Coba letakkan sebutir biji cabai di telapak tangan. Kecil sekali; ditiup angin pun hilang. Tapi di dalam butir itu tersimpan sebuah pohon, lengkap dengan ratusan buah yang pedasnya bisa membuat satu keluarga berkeringat.

Para rasul datang kepada Yesus dengan permintaan yang terdengar saleh: tambahkanlah iman kami! Permintaan naik jumlah, seperti minta tambah gaji. Jawaban Yesus mengejutkan: iman sebesar biji sesawi saja cukup untuk mencabut pohon dan menanamnya di laut.

Rupanya iman tidak ditakar seperti beras, per liter. Iman itu benih. Yang menentukan bukan besarnya, melainkan hidupnya: ditanam atau disimpan di laci. Lihat pula konteksnya: Yesus baru saja menyuruh mereka mengampuni tujuh kali sehari. Untuk itulah para rasul merasa imannya kurang. Yesus seakan menjawab: imanmu tidak kurang, hanya belum ditanam di tanah pengampunan itu.

Kitab Kebijaksanaan hari ini menenangkan kita: roh Tuhan memenuhi dunia semesta. Tidak ada tempat yang kekurangan Allah. Yang sering ada hanyalah benih yang belum disemai.

Iman kecil kita hari ini, mau kita simpan di laci atau kita tanam lewat satu tindakan mengampuni?

Tuhan, aku tidak minta iman yang besar. Aku minta keberanian menanam iman yang kecil ini hari ini juga. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →