‹ Semua renungan

Selasa, 9 November 2027

Air yang Keluar dari Rumah

Di lereng-lereng gunung sering ada mata air kecil. Orang membangun bak penampung di dekatnya, tapi airnya tidak pernah mau diam di bak. Ia meluap, turun, mengairi sawah-sawah jauh di bawah yang tidak pernah melihat sumbernya.

Hari ini Gereja sedunia merayakan pemberkatan Basilika Lateran, gereja katedral Bapa Suci di Roma, yang dijuluki ibu segala gereja. Mengapa gedung yang jauh itu dirayakan sampai ke kampung kita? Karena gedung itu lambang dari sesuatu yang lebih besar: Gereja yang satu, yang hidup.

Yehezkiel melihat lambang itu dalam penglihatannya: air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci. Makin jauh mengalir makin besar, sampai bermuara di Laut Asin, dan laut yang mati itu menjadi tawar. Ke mana saja air itu sampai, semuanya hidup. Perhatikanlah arahnya: keluar. Bait yang benar tidak menampung berkat untuk dirinya sendiri; ia mengalirkannya ke luar pagar.

Yesus membersihkan Bait Allah dari para pedagang, lalu berbicara tentang bait yang sejati: tubuh-Nya sendiri. Gereja pun akhirnya bukan soal tembok, melainkan tubuh. Ukurannya bukan kemegahan gedung, melainkan seberapa jauh airnya mengalir: kepada yang sakit, yang miskin, yang asin hidupnya.

Dari gereja kita, dari hidup kita, adakah air yang sungguh sampai ke luar pagar?

Tuhan, jadikan hidupku ambang pintu yang mengalirkan air-Mu, bukan bak yang menampungnya sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →