‹ Semua renungan

Jumat, 1 Oktober 2027

Bunga di Pinggir Pagar

Di pinggir pagar rumah sering tumbuh bunga liar. Kecil. Tidak ditanam siapa-siapa. Tetapi tiap pagi ia mekar juga, entah ada yang melihat atau tidak. Ia tidak menuntut ditonton. Mekar memang sudah tugasnya.

Kemarin kita mendengar Yesus mengutus tujuh puluh murid dengan pesan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Hari ini nada-Nya berubah keras. Khorazim, Betsaida, Kapernaum, kota-kota yang menyaksikan mukjizat paling banyak, justru dikecam. Mereka melihat, tetapi tidak mendengarkan. Mereka dekat, tetapi tidak berbalik.

Hari ini Gereja mengenang Teresia dari Kanak-Kanak Yesus. Ia menyebut dirinya bunga kecil. Hidupnya singkat, dua puluh empat tahun saja, sebagian besar di balik tembok biara, tanpa mukjizat besar, tanpa panggung. Tetapi ia melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar: mencuci pakaian, merawat suster yang menjengkelkan, tersenyum ketika ingin mengeluh. Kota-kota megah itu ditegur, biarawati muda itu diangkat menjadi pujangga Gereja. Aneh? Justru itulah logika Injil.

Bukan besarnya yang dihitung, tetapi dengarnya. Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku, kata Yesus. Pertanyaannya sederhana: suara Tuhan hari ini datang lewat siapa, dan maukah kita mendengarkannya?

Tuhan, jadikan aku kecil dan penuh cinta seperti Teresia, agar telingaku selalu terbuka bagi-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →