Kamis, 30 September 2027
Menangis di Depan Kitab
Pernahkah kita melihat orang menangis karena sebuah buku? Di halaman depan pintu gerbang Air di Yerusalem, hal itu terjadi secara massal. Ezra membuka kitab Taurat, seluruh rakyat berdiri, dan dari pagi sampai tengah hari mereka mendengarkan dengan penuh perhatian. Lalu mereka menangis.
Menangis, sebab firman itu menyingkapkan betapa jauh hidup mereka telah menyimpang. Tetapi Nehemia dan Ezra justru menyuruh mereka pulang dan berpesta: "Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!" Begitulah cara kerja firman: menusuk dulu, memulihkan kemudian. Ia bukan hakim yang meninggalkan kita terhukum, melainkan tabib yang membedah untuk menyembuhkan.
Hari ini Gereja mengenang Hieronimus, orang yang menghabiskan hidupnya di sebuah gua di Betlehem untuk menerjemahkan Kitab Suci. Hasilnya disebut Vulgata, dari kata vulgus, rakyat kebanyakan: firman bagi semua orang, bukan bagi kaum terpelajar saja. Kalimatnya yang paling terkenal masih menusuk sampai kini: tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.
Injil hari ini menyebut tuaian banyak dan pekerja sedikit. Pekerja tuaian pertama-tama adalah pembaca firman yang hatinya pernah dibasahi olehnya.
Kapan terakhir kali Kitab Suci membuat hati kita basah?
Tuhan, bukalah Kitab-Mu di hadapanku, dan biarlah firman-Mu menusuk lalu menyembuhkan aku. Amin.