‹ Semua renungan

Jumat, 7 Mei 2027

Sakit yang Melahirkan

Kemarin kita mendengar Yesus berjanji: dukacita akan berubah menjadi sukacita. Hari ini Ia memberi gambarnya, dan gambar itu diambil dari ruang bersalin. Seorang ibu berjuang dalam sakit yang hebat. Tetapi begitu tangis bayi pecah, sakit itu seperti terhapus. Bukan karena sakitnya bohong, melainkan karena sakit itu ternyata sedang mengerjakan sesuatu: kehidupan baru.

Ada sakit yang sia-sia, ada sakit yang melahirkan. Keduanya sama perihnya. Bedanya pada arah. Yang satu berakhir pada dirinya sendiri, yang lain berujung pada kegembiraan yang tidak dapat dirampas siapa pun.

Paulus mengalaminya di Korintus. Ia diseret ke pengadilan, dimusuhi, dihujat. Tetapi pada suatu malam Tuhan berbisik dalam penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman. Sebab Aku menyertai engkau, dan banyak umat-Ku di kota ini." Kalimat terakhir itu mengejutkan. Banyak umat-Ku, padahal kebanyakan mereka belum percaya. Tuhan sudah melihat kelahiran yang belum tampak oleh Paulus. Maka Paulus bertahan di sana satu tahun enam bulan.

Kita pun sedang mengandung sesuatu lewat kesulitan kita: kesabaran, iman yang lebih dalam, keluarga yang lebih kokoh. Jangan berhenti di tengah rasa sakit. Ada tangis kehidupan yang menunggu untuk pecah.

Tuhan, ketika hidupku sedang sakit-sakitnya, ingatkanlah aku bahwa Engkau sedang melahirkan sesuatu yang baru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →