‹ Semua renungan

Sabtu, 8 Mei 2027

Orator dan Tukang Kemah

Ada orang yang kalau berbicara, seisi ruangan diam. Fasih, runtut, memikat. Apolos orang macam itu. Ia dari Aleksandria, kota para cendekiawan. Ia mahir Kitab Suci, bersemangat, teliti mengajar tentang Yesus. Satu kekurangannya: pengetahuannya berhenti di baptisan Yohanes. Ilmunya luas, tetapi belum utuh.

Lalu datanglah pasangan suami istri tukang kemah, Priskila dan Akwila. Mereka bukan lulusan sekolah tinggi. Mereka mendengarkan Apolos, lalu membawanya ke rumah dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Dan di sinilah keindahan kisah ini: Apolos mau. Sang orator besar duduk mendengarkan penjelasan dua perajin kemah. Sesudah itu ia justru menjadi semakin berguna bagi jemaat.

Siapa di antara kita yang senang dikoreksi? Makin tinggi ilmu, biasanya makin tebal gengsi. Padahal tanda kebesaran jiwa justru kesediaan diajar, dari siapa pun datangnya.

Kemarin Yesus berjanji dukacita kita akan berubah menjadi sukacita. Hari ini Ia menunjukkan salah satu jalannya: "Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu." Meminta berarti mengakui diri belum penuh. Apolos meminta diajar, dan sukacitanya bertambah penuh.

Hari ini, dari siapa kita menolak belajar hanya karena merasa lebih tahu?

Tuhan, berilah aku hati yang rendah untuk terus belajar, dan rumah yang terbuka untuk berbagi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →