Jumat, 7 Mei 2027
Jumat VI Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 18:9-18
Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian." Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
Mazmur Tanggapan Mazmur 47:2-7
Bacaan Injil Yohanes 16:20-23a
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
Renungan
Sakit yang Melahirkan
Kemarin kita mendengar Yesus berjanji: dukacita akan berubah menjadi sukacita. Hari ini Ia memberi gambarnya, dan gambar itu diambil dari ruang bersalin. Seorang ibu berjuang dalam sakit yang hebat. Tetapi begitu tangis bayi pecah, sakit itu seperti terhapus. Bukan karena sakitnya bohong, melainkan karena sakit itu ternyata sedang mengerjakan sesuatu: kehidupan baru.
Ada sakit yang sia-sia, ada sakit yang melahirkan. Keduanya sama perihnya. Bedanya pada arah. Yang satu berakhir pada dirinya sendiri, yang lain berujung pada kegembiraan yang tidak dapat dirampas siapa pun.
Paulus mengalaminya di Korintus. Ia diseret ke pengadilan, dimusuhi, dihujat. Tetapi pada suatu malam Tuhan berbisik dalam penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman. Sebab Aku menyertai engkau, dan banyak umat-Ku di kota ini." Kalimat terakhir itu mengejutkan. Banyak umat-Ku, padahal kebanyakan mereka belum percaya. Tuhan sudah melihat kelahiran yang belum tampak oleh Paulus. Maka Paulus bertahan di sana satu tahun enam bulan.
Kita pun sedang mengandung sesuatu lewat kesulitan kita: kesabaran, iman yang lebih dalam, keluarga yang lebih kokoh. Jangan berhenti di tengah rasa sakit. Ada tangis kehidupan yang menunggu untuk pecah.
Tuhan, ketika hidupku sedang sakit-sakitnya, ingatkanlah aku bahwa Engkau sedang melahirkan sesuatu yang baru. Amin.
Invitatorium
JUMAT VI PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ave Maria, gratia plena
Ant. 1 Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.
Mazmur 38
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabatnya berdiri dari kejauhan. (Lukas 23:49)
Ant. Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.
Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
Ant. Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
Ant. 3 Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.
Ant. Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 3:16, 14
RESPONSORIUM 1 Petrus 5:10; 2 Korintus 4:14
DOA PENUTUP
AKLAMASI (hanya ditambahkan saat berdoa dalam komunitas)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni, alleluya.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni, alleluya.
Ant.2: Engkau maju untuk membebaskan umatMu, ya Tuhan, Engkau menolong raja yang Kauurapi, alleluya.
Hab 3,2-4.13a.15-19
Ant.2: Engkau maju untuk membebaskan umatMu, ya Tuhan, Engkau menolong raja yang Kauurapi, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, alleluya.
Mazmur 147 (147B)
Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 5,39-32)
Ant.Kidung: Yesus yang telah menderita dan wafat, sekarang bermahkotakan kemuliaan dan kejayaan, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Yesus yang telah menderita dan wafat, sekarang bermahkotakan kemuliaan dan kejayaan, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT VI SIANG
Madah
Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu, alleluya.
Mazmur 118 (119),73-80
Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu, alleluya.
Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku, alleluya.
Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18
Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku, alleluya.
Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga, alleluya.
Mazmur 59 (60)
Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga, alleluya.
Bacaan singkat: (Gal 3,27-28)
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT VI SORE
Madah
Ant.1: Tuhan membebaskan jiwaku dari kesesakan maut, alleluya.
Ant.1: Tuhan membebaskan jiwaku dari kesesakan maut, alleluya.
Ant.2: Tuhan melindungi umatNya bagaikan biji mata, alleluya.
Mazmur 120 (121)
Ant.2: Tuhan melindungi umatNya bagaikan biji mata, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Why 15,3-4
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 5,8-10)
Ant.Kidung: Bapamu di surga akan memberikan Roh kudus kepada mereka yang minta kepadaNya, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Bapamu di surga akan memberikan Roh kudus kepada mereka yang minta kepadaNya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beata Rose Venerini
Pengaku Iman
Rose Venerini lahir di Viterbo, Italia pada tahun 1656. Ayahnya, Godfrey Venerini adalah seorang dokter. Di bawah asuhan kedua orangtuanya, Rose berkembanga menjadi seorang putri yang berbudi luhur dan beriman. Ketika menanjak dewasa, ia hendak dikawinkan dengan seorang pemuda. Tetapi kematian terlalu cepat datang menjemput calon suaminya itu. Kematian calon suaminya ini menggerakkan hatinya untuk memasuki kehidupan membiara. Ia bermaksud membaktikan seluruh hidupnya hanya pada Tuhan. Untuk itu ia masuk sebuah biara di Viterbo, daerah asalnya. Tetapi rupa-rupanya cara hidup membiara bukanlah cara hidup yang dikehendaki Tuhan dari padanya. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan membiara, Rose terpaksa meninggalkan lagi biara Viterbo, karena ayahnya meninggal dunia. Cinta dan rasa tanggungjawabnya terhadap ibunya memaksa dia untuk pulang ke rumah guna mendampingi ibunya yang mulai hidup menjanda.
Waktu-waktu luang di rumah diisinya dengan mengumpulkan para pemudi tetangganya untuk berdoa rosario dan merenungkan Kitab Suci. Kesempatan baik ini dimanfaatkan pula untuk memberikan bimbingan dan nasehat yang berguna bagi pemudi-pemudi itu. Melihat kegiatan-kegitan Rose ini dan menyadari bakatnya dalam bidang pendidikan, Ignatius Martinelli, seorang imam Yesuit di Viterbo, menyakinkan dia akan panggilan hidupnya yang sesungguhnya, yakni menjadi pendidik dan pembimbing kaum muda. Panggilan menjadi guru lebih cocok baginya daripada panggilan hidup membiara komtemplatif sebagai seorang biarawati. Nasehat dan peneguhan pastor Ignatius ini mengena di hati Rose. Maka sebagai tindak lanjut, Rose bersama dua orang rekannya mendirikan sebuah sekolah untuk para pemudi di Viterbo. Sekolah ini ternyata berjalan dengan baik sekali. Rose ternyata memiliki bakat besar di bidang pendidikan. Bakat ini ditunjang oleh sifat-sifatnya yang baik dan pantang menyerah pada berbagai kesulitan. Keberhasilan usaha ini segera membuat dia dikenal banyak orang dan cintai oleh muridnya.
Kardinal Martinus Barbarigo pun mendengar semua keberhasilan Rose di bidang pendidikan. Karena itu ia segera mengundang Rose dan meminta kesediaannya untuk menatar para guru dan membenahi administrasi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Keuskupan Montefiascone. Permintaan Kardinal ini diterimanya dengan senang hati dan dilaksanakannya dengan sangat memuaskan. Kesempatan penataran ini dimanfaatkannya untuk membina relasi dengan para guru. Bahkan lebih jauh penataran ini mendorong dia untuk mendirikan sebuah perkumpulan untuk menghimpun guru-guru. Perkumpulan ini akhirnya didirikan pada tahun 1713.
Setelah lama berkarya di bidang pendidikan, Rose meninggal dunia pada tanggal 7 Mei 1728. Nama baik dan kesucian hidupnya diperkuat dengan banyak tanda mukjizat. Pada tahun 1952, ia dinyatakan sebagai ‘beata’ (Yang Bahagia). Perkumpulan guru-guru yang didirikannya diubah menjadi sebuah Kongregasi Suster. Kongregasi ini kemudian tersebar ke Amerika ketika para suster Venerini bermigrasi ke Amerika.
Santa Gisela
Pengaku Iman
Gisela adalah ratu Hungaria dan ibu dari Santo Emerik. Dengan rajin, ia memajukan karya evangelisasi di seluruh Hungaria. Sepeninggal suaminya, ia dipenjarakan agar tidak terus mewartakan Injil Kristus. Tetapi kemudian ia dibebaskan oleh Kaisar Jerman dan menjadi seorang pemimpin biara.