‹ Semua renungan

Minggu, 25 April 2027

Orang di Balik Catatan

Dalam setiap rapat penting, ada satu orang yang jarang disorot: penulis notulen. Ia tidak berpidato. Namanya tidak disebut dalam sambutan. Tetapi berkat catatannya, keputusan hari itu bisa dibaca ulang bertahun-tahun kemudian. Tanpa pencatat, peristiwa besar menguap jadi kenangan samar.

Bacaan-bacaan hari ini mempertemukan kita dengan seorang pencatat besar dalam sejarah iman: Markus. Namanya muncul di ujung surat Petrus dengan sebutan yang hangat, salam dari Markus, anakku. Menurut tradisi Gereja, Markus inilah yang menuliskan pengajaran dan kenangan Petrus tentang Yesus menjadi Injil tertua yang kita miliki. Ia bukan salah satu dari kedua belas rasul. Ia orang di balik catatan. Tetapi coba bayangkan iman kita tanpa Injil Markus: tidak ada kisah yang bergerak cepat itu, yang memperlihatkan Yesus penuh kuasa sekaligus penuh belas kasih.

Injil hari ini adalah penutup catatannya. Yesus yang bangkit berkata: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Lalu Ia terangkat ke surga, dan para murid pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja meneguhkan firman itu. Kalimat terakhir itu indah sekali. Para murid pergi, dan Tuhan turut bekerja. Pewartaan bukan usaha sepihak manusia. Ia kerja sama dengan Tuhan yang hidup.

Menarik bahwa perintah seluas itu, seluruh dunia, segala makhluk, justru dijalankan lewat pekerjaan yang tampak kecil: Markus duduk menulis. Baris demi baris. Ia mungkin tidak membayangkan tulisannya akan dibaca miliaran orang di sepanjang dua puluh abad. Ia hanya setia pada bagiannya.

Surat Petrus dalam bacaan pertama memberi bekal bagi para pekerja di balik layar semacam itu: rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Orang yang bekerja bagi Tuhan tidak perlu sibuk mengurus panggung. Peninggian itu urusan Tuhan, dan waktunya pun waktu Tuhan.

Kebanyakan dari kita bukan pengkhotbah di mimbar besar. Kita ibu yang mengajarkan doa sebelum tidur, guru yang setia pada kelasnya, orang yang menengok tetangga sakit. Pekerjaan-pekerjaan tanpa sorotan. Injil hari ini berbisik: justru lewat kesetiaan seperti itulah Injil sampai ke seluruh dunia.

Bagian kecil apa yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan dengan setia, walau tak seorang pun melihat?

Tuhan, seperti Markus yang setia mencatat, jadikanlah kami setia pada bagian kami yang tersembunyi, dan bekerjalah Engkau bersama kami. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →