‹ Semua renungan

Senin, 29 Maret 2027

Dua Berita dari Satu Kubur

Satu peristiwa bisa melahirkan dua berita yang berlawanan. Kita mengalaminya setiap hari: kejadian yang sama diceritakan dua orang, hasilnya seperti dua kejadian yang berbeda. Yang membedakan bukan matanya, melainkan kepentingan di belakang mulutnya.

Injil hari ini memotret dua rombongan yang berangkat dari kubur kosong yang sama, pada pagi yang sama, membawa dua berita yang bertolak belakang.

Rombongan pertama para perempuan. Matius melukiskan perasaan mereka dengan jujur: takut dan sukacita yang besar, berlari cepat-cepat. Di tengah jalan, Yesus sendiri menjumpai mereka dengan sapaan paling sederhana: salam bagimu. Mereka memeluk kaki-Nya dan menyembah. Lalu tugas itu diberikan: pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku. Perhatikan kata yang dipilih Yesus: saudara-saudara-Ku. Para murid yang kemarin lari meninggalkan-Nya tidak disebut para pengecut itu. Kebangkitan rupanya membawa serta pengampunan.

Rombongan kedua para penjaga. Mereka menyaksikan hal yang sama, kubur yang sama kosongnya. Mereka pun berlari ke kota, melapor kepada imam-imam kepala. Dan di sana kebenaran masuk ruang rapat. Sesudah berunding, keluarlah keputusan: sejumlah besar uang untuk membeli sebuah cerita. Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya mencuri Dia ketika kamu tidur. Cerita yang lemah, sebab saksi yang tidur tidak bisa bersaksi tentang apa pun. Tetapi uang tidak membutuhkan cerita yang kuat, cukup mulut yang mau. Sampai hari ini pun resep itu tidak berubah.

Matius menutup dengan getir: cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang. Berita palsu itu awet, dibiayai, dan diwariskan. Dusta memang selalu punya sponsor. Namun dua ribu tahun kemudian, berita para perempuan itulah yang sampai kepada kita pagi ini, diteruskan oleh Petrus yang dalam bacaan pertama berdiri dan berseru tanpa takut: Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Petrus yang dulu takut kepada seorang hamba perempuan kini berkhotbah di depan ribuan orang. Kesaksian yang jujur memang berjalan pelan, tetapi ia tidak bisa dikuburkan. Seperti Tuhannya, ia selalu bangkit lagi.

Oktaf Paskah menempatkan kita di persimpangan dua rombongan itu. Setiap hari kita memilih menjadi pembawa berita yang mana: berita yang menghidupkan atau cerita yang dibayar oleh kepentingan.

Berita apa yang keluar dari hidup kita hari ini?

Tuhan yang bangkit, jumpailah aku di tengah jalan seperti Engkau menjumpai para perempuan itu, dan jadikanlah mulutku pembawa berita-Mu, bukan pembawa cerita dunia. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →