‹ Semua renungan

Senin, 23 November 2026

Dua Keping Receh

Uang receh sering diperlakukan setengah hati. Ditaruh di laci, diselipkan di jok motor, kadang jatuh pun tidak dipungut. Terlalu kecil, pikir kita, untuk mengubah apa-apa.

Yesus duduk memandang peti persembahan Bait Allah. Orang-orang kaya datang; persembahan mereka pasti terdengar mantap. Tetapi yang membuat Yesus angkat bicara justru dua peser seorang janda miskin. Janda ini memberi lebih banyak dari semua orang itu, kata-Nya. Hitungan macam apa ini? Hitungan Allah. Yang diukur bukan yang keluar dari dompet, melainkan yang tersisa di dalamnya. Orang lain memberi dari kelimpahannya; janda itu memberi seluruh nafkahnya. Ia tidak sedang menyumbang. Ia sedang menyerahkan diri. Dua peser itu nyaris tidak berbunyi ketika jatuh, tetapi surga mendengarnya.

Di mata dunia, sumbangan besar mengubah keadaan dan receh tidak. Di mata Allah kebalikannya, sebab Allah tidak memerlukan uang kita. Yang dirindukan-Nya hati kita. Dan hati tidak bisa diberikan sebagian-sebagian. Janda itu tidak meninggalkan nama; ia meninggalkan ukuran.

Di pekan terakhir tahun liturgi ini, baik kita memeriksa cara kita memberi: kepada Tuhan, kepada sesama, kepada karya bersama. Dari kelimpahan yang tidak terasa mengurangi apa-apa, atau dari kepercayaan yang berani kekurangan?

Tuhan, terimalah persembahanku yang kecil, asal bersamanya kuberikan seluruh hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →