Selasa, 24 November 2026
Batu-batu Indah
Manusia gampang terpukau pada bangunan. Berdiri di depan gedung megah, kita otomatis mendongak, lalu berfoto. Yang besar dan kokoh selalu terasa abadi.
Kemarin Yesus menunjuk dua keping receh seorang janda. Hari ini orang-orang di sekitar-Nya sibuk mengagumi hal yang sebaliknya: batu-batu indah Bait Allah dan barang-barang persembahannya. Jawaban Yesus dingin sekali: akan datang harinya tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Empat puluh tahun kemudian nubuat itu genap. Bait Allah rata dengan tanah.
Yang kelihatan paling kokoh pun bisa runtuh: gedung, jabatan, kesehatan, tabungan, nama baik. Menariknya, Yesus tidak menyuruh kita panik. Justru sebaliknya: waspadalah supaya jangan disesatkan, jangan terkejut mendengar peperangan. Ia mengajak kita berpegang pada yang tidak ikut runtuh.
Hari ini Gereja mengenang Santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawannya, para martir Vietnam. Penganiayaan merampas segalanya dari mereka: rumah, keluarga, nyawa. Satu yang tidak bisa dirampas: iman. Ada bangunan yang tidak mempan pedang.
Maka pertanyaannya pulang kepada kita: fondasi hidup kita tertanam di batu yang mana? Yang indah dipandang, atau yang tahan runtuh?
Tuhan, ketika segala yang megah goyah, jadilah Engkau batu karang tempatku berdiri. Amin.