Rabu, 11 November 2026
Menerima Kasih
Kata terima kasih, kalau dieja pelan-pelan, ternyata dalam sekali: menerima kasih. Orang yang mengucapkannya sedang mengaku bahwa yang baru ia terima bukan sekadar barang atau jasa, melainkan kasih dari seseorang.
Kemarin kita diajak menjadi hamba yang bekerja tanpa menuntut ucapan terima kasih. Hari ini sebaliknya: kita diajak menjadi orang yang tidak lupa mengucapkannya. Sepuluh orang kusta disembuhkan di tengah jalan. Sepuluh menerima, satu yang kembali. Dan yang satu itu orang Samaria, orang luar. Yesus sampai bertanya: di manakah yang sembilan?
Yang sembilan tidak jahat. Mereka hanya terserap oleh kesembuhannya sendiri: buru-buru menemui imam, mengurus surat tahir, pulang memeluk keluarga. Syukur memang paling mudah tergilas justru oleh nikmatnya berkat itu sendiri. Kepada yang kembali, Yesus memberi lebih dari kesembuhan: imanmu telah menyelamatkan engkau.
Santo Martinus dari Tours yang kita kenang hari ini pernah membelah mantolnya dengan pedang dan memberikan separuhnya kepada pengemis yang kedinginan. Malamnya ia melihat Kristus mengenakan potongan mantol itu. Memberi dan bersyukur ternyata satu keluarga: keduanya tahu bahwa segalanya kasih.
Dari sepuluh berkat pekan ini, berapa yang sempat kita bawa kembali kepada Pemberinya?
Tuhan, jadikan aku yang satu itu: yang kembali, bersujud, dan berterima kasih. Amin.