Rabu, 11 November 2026

S. Martinus dari Tours

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Titus 3:1-7

Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Injil Lukas 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Renungan

Menerima Kasih

Kata terima kasih, kalau dieja pelan-pelan, ternyata dalam sekali: menerima kasih. Orang yang mengucapkannya sedang mengaku bahwa yang baru ia terima bukan sekadar barang atau jasa, melainkan kasih dari seseorang.

Kemarin kita diajak menjadi hamba yang bekerja tanpa menuntut ucapan terima kasih. Hari ini sebaliknya: kita diajak menjadi orang yang tidak lupa mengucapkannya. Sepuluh orang kusta disembuhkan di tengah jalan. Sepuluh menerima, satu yang kembali. Dan yang satu itu orang Samaria, orang luar. Yesus sampai bertanya: di manakah yang sembilan?

Yang sembilan tidak jahat. Mereka hanya terserap oleh kesembuhannya sendiri: buru-buru menemui imam, mengurus surat tahir, pulang memeluk keluarga. Syukur memang paling mudah tergilas justru oleh nikmatnya berkat itu sendiri. Kepada yang kembali, Yesus memberi lebih dari kesembuhan: imanmu telah menyelamatkan engkau.

Santo Martinus dari Tours yang kita kenang hari ini pernah membelah mantolnya dengan pedang dan memberikan separuhnya kepada pengemis yang kedinginan. Malamnya ia melihat Kristus mengenakan potongan mantol itu. Memberi dan bersyukur ternyata satu keluarga: keduanya tahu bahwa segalanya kasih.

Dari sepuluh berkat pekan ini, berapa yang sempat kita bawa kembali kepada Pemberinya?

Tuhan, jadikan aku yang satu itu: yang kembali, bersujud, dan berterima kasih. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Martinus dari Tours, Uskup
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Gembalaku, Raja cinta,
Kebaikan-Nya tak pernah pudar.
Tak kurang apa pun jika aku milik-Nya,
Dan Dia milikku selamanya.

Ke aliran air hidup,
Jiwa tebusan-Ku Dia bimbing;
Dan di padang rumput hijau,
Dengan makanan surgawi Dia beri.

Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,
Namun dalam cinta Dia mencari aku;
Dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,
Dan pulang, bersukacita, Dia bawa aku.

Di lembah gelap kematian aku tak takut celaka,
Dengan-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
Tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,
Salib-Mu di depan untuk membimbingku.

Engkau menghidangkan meja di hadapanku;
Rahmat urapan-Mu Engkau berikan;
Dan oh, betapa sukacita yang meluap
Dari piala-Mu yang murni!

Maka sepanjang hari-hari,
Kebaikan-Mu tak pernah pudar;
Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu
Di rumah-Mu selamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 102

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku
dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.
Jangan sembunyikan wajah-Mu dariku
pada hari kesesakanku.
Condongkanlah telinga-Mu kepadaku
dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,
tulang-tulangku terbakar seperti api.
Hatiku layu seperti rumput.
Aku lupa makan rotiku.
Aku berseru dengan segenap kekuatanku
dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung undan di padang gurun,
seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.
Aku terjaga dan aku meratap
seperti burung yang kesepian di atap.
Sepanjang hari musuh-musuhku mencemooh aku;
mereka yang membenci aku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;
minumanku bercampur dengan air mata.
Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu
Engkau telah mengangkat aku dan menjatuhkan aku.
Hari-hariku seperti bayangan yang berlalu
dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dariku.

Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya
dan nama-Mu dari generasi ke generasi.
Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:
sebab inilah waktunya untuk berbelas kasihan;
ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba
sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,
tergerak oleh belas kasihan bahkan terhadap debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan
dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
ketika Tuhan akan membangun Sion kembali
dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.
Maka Dia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;
Dia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk generasi yang akan datang
agar bangsa yang belum lahir dapat memuji Tuhan;
sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.
Dia memandang dari surga ke bumi
agar Dia dapat mendengar rintihan para tahanan
dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan
dan keturunan mereka akan kekal di hadapan-Mu
agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion
dan pujian-Nya di hati Yerusalem,
ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama
untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Dia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;
Dia telah mempersingkat hari-hari hidupku.
Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku
sebelum hari-hariku genap,
Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari generasi ke generasi.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi
dan langit adalah karya tangan-Mu.
Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.
Mereka semua akan usang seperti pakaian.
Engkau akan mengubah mereka seperti pakaian yang diganti.
Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup di hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui perbuatan baik mereka.

Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

3:8-12, 19-24, 91-97

Patung emas raja. Ketiga pemuda diselamatkan dari perapian.
Beberapa orang Kasdim datang dan menuduh orang-orang Yahudi kepada Raja Nebukadnezar: “Ya raja, hiduplah selama-lamanya! Ya raja, Engkau telah mengeluarkan ketetapan bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, harpa, gambus, bagpipe, dan semua alat musik lainnya harus sujud menyembah patung emas; siapa pun yang tidak melakukannya akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Ada beberapa orang Yahudi yang telah Engkau jadikan penguasa provinsi Babel: Sadrakh, Mesakh, Abednego; orang-orang ini, ya raja, tidak memperhatikan Engkau; mereka tidak akan melayani allah-Mu atau menyembah patung emas yang Engkau dirikan.”
Wajah Nebukadnezar menjadi pucat pasi karena kemarahan yang meluap-luap terhadap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dia memerintahkan agar perapian dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya dan menyuruh beberapa orang terkuat dalam pasukannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dan melemparkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Mereka diikat dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala dengan jubah, topi, sepatu, dan pakaian lainnya, karena perintah raja sangat mendesak. Api yang begitu besar menyala di perapian sehingga nyala api melahap orang-orang yang melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalamnya. Tetapi ketiga orang ini jatuh, terikat, ke tengah-tengah perapian yang menyala-nyala. Mereka berjalan-jalan di dalam nyala api, menyanyikan pujian kepada Allah dan memberkati Tuhan.
Raja Nebukadnezar bangkit dengan tergesa-gesa dan bertanya kepada para bangsawan-Nya, “Bukankah kita melemparkan tiga orang yang terikat ke dalam api?” “Tentu saja, ya raja,” jawab mereka. “Tetapi,” jawabnya, “aku melihat empat orang yang tidak terikat dan tidak terluka, berjalan di dalam api, dan yang keempat tampak seperti anak dewa.”
Kemudian Nebukadnezar datang ke pintu masuk perapian yang menyala-nyala dan memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: “Hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, keluarlah.” Maka Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari api. Ketika para satrap, prefek, gubernur, dan bangsawan raja berkumpul, mereka melihat bahwa api tidak memiliki kuasa atas tubuh orang-orang ini; tidak sehelai rambut pun di kepala mereka hangus, pakaian mereka tidak berubah; bahkan tidak ada bau api pada mereka.
Nebukadnezar berseru, “Terpujilah Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang percaya kepada-Nya; mereka tidak menaati perintah raja dan menyerahkan tubuh mereka daripada melayani atau menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka sendiri. Oleh karena itu aku menetapkan bagi bangsa-bangsa dan orang-orang dari setiap bahasa bahwa siapa pun yang menghujat Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego akan dipotong-potong dan rumahnya dihancurkan. Sebab tidak ada Allah lain yang dapat menyelamatkan seperti ini.”
Kemudian raja mengangkat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di provinsi Babel.

RESPONSORIUM Daniel 3:49, 50, 95

Malaikat Tuhan turun ke dalam perapian bersama Azarya dan teman-temannya,

dan dia mengusir nyala api yang membara dari perapian;

api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Terpujilah Allah yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang setia

yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.

Api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Bacaan Kedua

Dari surat Sulpicius Severus

Martinus, pria yang miskin dan rendah hati
Martinus telah mengetahui jauh sebelumnya waktu kematiannya dan dia memberitahu saudara-saudaranya bahwa itu sudah dekat. Sementara itu, dia merasa wajib untuk melakukan kunjungan ke paroki Candes. Para klerus gereja itu sedang bertengkar, dan dia ingin mendamaikan mereka. Meskipun dia tahu bahwa hari-harinya di bumi tinggal sedikit, dia tidak menolak untuk melakukan perjalanan untuk tujuan tersebut, karena dia percaya bahwa dia akan mengakhiri hidupnya yang berbudi luhur dengan baik jika dengan usahanya perdamaian dipulihkan di gereja.
Dia menghabiskan beberapa waktu di Candes, atau lebih tepatnya di gerejanya, tempat dia tinggal. Perdamaian dipulihkan, dan dia berencana untuk kembali ke biara ketika tiba-tiba dia mulai kehilangan kekuatannya. Dia memanggil saudara-saudaranya dan memberitahu mereka bahwa dia sedang sekarat. Semua yang mendengar ini diliputi kesedihan. Dalam kesedihan mereka, mereka berseru kepadanya dengan satu suara: “Bapa, mengapa Engkau meninggalkan kami? Siapa yang akan menjaga kami ketika Engkau pergi? Serigala buas akan menyerang kawanan-Mu, dan siapa yang akan menyelamatkan kami dari gigitan mereka ketika gembala kami terbunuh? Kami tahu Engkau rindu bersama Kristus, tetapi pahala-Mu pasti dan tidak akan berkurang karena tertunda. Engkau akan lebih baik menunjukkan belas kasihan kepada kami, daripada meninggalkan kami.”
Maka dia menangis, karena dia adalah seorang pria yang di dalamnya belas kasihan Tuhan kita terus-menerus terungkap. Berpaling kepada Tuhan kita, dia menjawab permohonan mereka: “Tuhan, jika umat-Mu masih membutuhkan aku, aku siap untuk tugas itu; kehendak-Mu jadilah.”
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia sama sekali tidak memiliki preferensi sendiri; dia tidak takut mati maupun menolak hidup. Dengan mata dan tangan selalu terangkat ke surga, dia tidak pernah menarik semangatnya yang tak terkalahkan dari doa. Terjadi bahwa beberapa imam yang berkumpul di samping tempat tidurnya menyarankan agar dia memberikan sedikit kelegaan pada tubuhnya yang malang dengan berbaring di sisi lain. Dia menjawab: “Izinkan aku, saudara-saudara, untuk melihat ke surga daripada ke bumi, agar rohku dapat menempuh jalan yang benar ketika tiba saatnya bagiku untuk melakukan perjalanan ke Tuhan.” Saat dia mengucapkan kata-kata ini, dia melihat iblis berdiri di dekatnya. “Mengapa Engkau berdiri di sana, makhluk haus darah?” serunya. “Pembunuh, Engkau tidak akan menjadikan aku mangsa-Mu. Abraham menyambutku ke dalam pelukannya.”
Dengan kata-kata ini, dia menyerahkan rohnya ke surga. Dipenuhi sukacita, Martinus disambut oleh Abraham. Demikianlah dia meninggalkan kehidupan ini sebagai pria yang miskin dan rendah hati dan memasuki surga yang kaya akan rahmat Allah.

RESPONSORIUM

Berbahagialah orang ini yang tidak menipu, tidak menghakimi, tidak menghukum siapa pun.

Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia tidak takut mati maupun menolak hidup.

Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus

baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon,

keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami,

agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)

Camkanlah hari ini dan perhatikanlah, bahwa Tuhanlah Allah, baik di langit di atas maupun di bumi di bawah, dan tak ada Allah yang lain. Indahkanlah perintah dan peraturanNya yang kusampaikan kepadamu.

Lagu Singkat

P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu. U: Aku. P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku. U: Setiap waktu. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Kristus, cahaya kemuliaan Bapa, telah menerangi kita dengan sabdaNya. Marilah kita mencintai Dia dan berdoa:
U: Kabulanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan.
P: Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya.
P: Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain.
P: Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anakdomba. Semoga umatMu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU IV SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat (Kol 3,23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

P: Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.
U: Dalam tanganMulah nasibku.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU IV SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)

Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

Lagu Singkat

P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata. U: Peliharalah. P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu. U: Seperti biji mata. P: Kemuliaan. U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

S. Martinus dari Tours

Uskup dan Pengaku Iman · ± 316-397

Martinus lahir sekitar tahun 316 di Sabaria, Pannonia, wilayah yang kini termasuk Hungaria. Ayahnya seorang perwira tentara Romawi, maka Martinus pun sejak muda masuk dinas ketentaraan. Namun hatinya sudah lebih dulu tertarik pada iman Kristen.

Kisah yang paling dikenang terjadi ketika ia masih menjadi tentara. Di gerbang kota Amiens pada suatu musim dingin, Martinus bertemu seorang pengemis yang menggigil kedinginan. Karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, ia menghunus pedang, membelah mantelnya menjadi dua, dan memberikan separuhnya kepada pengemis itu. Malam harinya ia bermimpi melihat Kristus mengenakan separuh mantel itu dan berkata bahwa Martinus yang belum dibaptis telah memakaikan jubah kepada-Nya. Peristiwa itu meneguhkan hatinya, dan tak lama kemudian ia dibaptis.

Martinus meninggalkan tentara demi Kristus, hidup sebagai rahib, dan mendirikan salah satu komunitas monastik pertama di Galia. Rakyat memaksanya menjadi Uskup Tours meski ia enggan. Sebagai uskup ia tetap hidup sederhana, giat mewartakan Injil ke desa-desa, dan membela orang kecil. Ia wafat pada 8 November 397, dan menjadi salah satu orang kudus paling dicintai di Eropa.

Pelindung: para tentara, penjahit, penenun, dan para peminta-minta.

Santo Martinus dari Tours

Uskup dan Pengaku Iman

Martinus lahir di Sabaria, Pannonia (sekarang: Szombathely, Hungaria Barat) pada tahun 335 dan dibesarkan di Italia. Ayahnya seorang perwira tinggi Romawi yang masih kafir. Sulpicius Severus, pengikut dan penulis riwayat hidupnya, mengatakan bahwa Martinus pada umur 10 tahun diam-diam mengikuti pelajaran agama Kristen tanpa sepengetahuan orangtuanya. Ayahnya sangat mengharapkan dia menjadi perwira Romawi seperti dirinya. Oleh karena itu pada usia 15 tahun, ia memasukkan Martinus dalam dinas militer.

Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin tahun itu, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis malang yang sedang kedinginan di pintu gerbang kota. Pengemis itu mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya. Kasihan ia tidak membawa uang sesen pun pada waktu itu. Apa yang dilakukannya? Tergerak oleh belaskasihannya yang besar pada pengemis malang itu, ia segera menghunus pedangnya dan membelah mantelnya yang indah itu: sebagian untuk dia dan sebagian diberikan kepada pengemis itu. Ketika memasuki kota Amiens, banyak orang menertawakan dia karena mantelnya yang aneh itu.

Pada malam itu juga, Yesus bersama sejumlah malaekat Allah menampakkan diri kepadanya. Dalam penglihatan itu Martinus melihat Yesus mengenakan mantel setengah potong yang sama dengan bagian mantel yang diberikan kepada pengemis malang tadi. Kepada para malaekat itu Yesus berkata: "Martin, seorang katekumen memberikan Aku mantel ini." Tak lama kemudian ia dipermandikan dan segera mengajukan permohonan pengunduran diri dari dinas ketentaraan. Kepada atasannya ia berkata: "Saya ini tentara Kristus, karena itu saya tidak boleh berperang." Atasannya dan perwira-perwira lainnya mencerca dan menuduhnya pengecut. Tetapi dengan tegas Martinus menjawab: "Saya berani pergi berperang dan bersedia berdiri di front terdepan tanpa membawa sepucuk senjata pun." Akhirnya permohonannya dikabulkan dan ia secara resmi berhenti dari dinas militer Romawi.

Sesudah itu ia menjadi murid Santo Hilarius, Uskup Poiters. Setelah beberapa lama dididik oleh Santo Hironimus, ia ditahbiskan menjadi imam dan diutus ke Illirikum, Yugoslavia untuk mewartakan Injil di sana. Tetapi karena ia mendapat banyak tantangan dari para penganut aliran sesat Arianisme, maka ia mengundurkan diri dan hidup bertapa di sebuah pulau dekat pantai selatan Prancis. Kemudian ia bergabung lagi dengan Santo Hilarius dan mendirikan sebuah biara di Liguge, Prancis. Inilah biara pertama di Prancis. Di dalam biara ini ia menjadi pembimbing bagi rahib-rahib lain yang ingin mengikuti jejaknya.

Kemudian pada usia 55 tahun, ia ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Ia tidak mempunyai istana yang istimewa, hanya sebuah bilik sederhana di samping sakristi gereja. Bersama rahib-rahibnya, Martinus giat mewartakan Injil. Kotbah-kotbahnya diteguhkan Tuhan dengan banyak mujizat. Dengan berjalan kaki, naik keledai atau dengan perahu layar ia mengunjungi semua desa di keuskupannya. Ia tak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala, dan tanpa takut-takut menentang praktek hukuman mati yang dijatuhkan kaisar terhadap tukang-tukang sihir dan penyebar ajaran sesat. Itulah sebabnya ia tidak disukai oleh orang-orang Kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya: menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan. Martinus adalah salah seorang dari para kudus yang bukan martir. Ia meninggal dunia pada tanggal 8 Nopember 397.

Santo Mennas

Martir

Orang kudus ini berasal dari Mesir dan dikenal sebagai penjaga unta. Kemudian ia menjadi prajurit dalam dinas militer Romawi pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Sewaktu bertugas di Phrygia, Asia Kecil, ia ditangkap karena imannya dan dibunuh pada tahun 295. Jenazahnya dimakamkan di Karm Aba Mina yang sampai kini menjadi tempat ziarah ramai. Dahulu kala di Roma terdapat sebuah gereja yang didirikan di Via Ostia untuk menghormati dia.

Santo Teodoros Konstantinopel

Teodoros lahir di Kerak (sekarang: Yordan) dan meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 841. Mulanya ia menjadi biarawan di Yerusalem dan setelah ditahbiskan menjadi imam, ia dikirim ke Konstantinopel bersama saudaranya Santo Theophanes untuk melancarkan perlawanan terhadap kaum bidaah Ikonoklasme yang didukung oleh Kaisar Leo V (813-820). Tetapi atas perintah raja, mereka dibuang ke sebuah pulau di Laut Hitam, terutama karena mereka berani mencela perceraian kaisar dengan isterinya, dan menentang usaha raja untuk mengeluarkan semua gambar suci dari dalam gereja. Ikonoklasme adalah aliran kepercayaan yang menentang dipasangnya gambar-gambar atau ikon-ikon suci di dalam gereja.

Kemudian ketika Theophilus, juga seorang penganut Ikonoklasme, menjadi kaisar (829-842), mereka kembali ke Konstantinopel. Namun kemudian mereka ditangkap sekali lagi dan dibuang. Jadi dua kali mereka mengalami pembuangan itu. Akibatnya Theodarus meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 814, sebagai akibat dari penganiayaan atas dirinya. Sedangkan Theofanes setelah pembuangan itu menjadi Uskup di Nicea. Ia wafat pada tahun 845.

Theodoros sangat gigih dalam membebaskan Gereja dari kekuasaan dan pengawasan negara, yang dianggapnya selalu meremehkan semangat Kristiani. Ia juga dikenal sebagai tokoh pembaharu hidup membiara yang sangat besar pengaruhnya di kalangan Gereja Timur. Selama berada di tempat pembuangan itu, ia sangat rajin menulis berbagai karya tulis: katekese, kotbah, nyanyian dan buku-buku untuk membela iman yang benar.

Santo Theodoros Studite

Abbas dan Pengaku Iman

Theodoros lahir pada tahun 759 di sebuah kota dekat Akroinum, Asia Kecil. Dalam soal kehidupan membiara di Konstantinopel, Byzantium, beliau tergolong seorang rahib dan abbas yang mempunyai pengaruh besar. Ia tetap menjunjung tinggi penghormatan kepada gambar-gambar kudus yang dipajangkan di dalam gereja sebagai perlawanan terhadap bidaah ikonoklasme. Sebagai akibat dari perjuangannya mempertahankan ajaran-ajaran Gereja, ia beberapa kali dibuang dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 11 Nopember 826, di Akritas (sekarang: Cape Gallo, Yunani).

Pada tahun 794, ia menjadi Abbas sebuah biara, yang didirikan di lahan perkebunan milik ayahnya di Sakkoudion, dekat Olympus. Dalam kedudukan itu, ia melancarkan kritik terhadap perkawinan kembali kaisar Konstantinus VI (780-797), setelah perceraiannya; kritikan itu mengakibatkan pembuangan atas dirinya ke Salonika. Tetapi pada tahun 797, ia diizinkan kembali oleh penguasa yang baru. Tak lama kemudian para perompak-perompak Islam memaksa Theodoros bersama rahib-rahibnya pindah ke Konstantinopel. Di Konstantinopel mereka diizinkan menetap di sebuah biara pertapaan di Studion. Pada tahun 799 Theodoros menjadi Abbas di biara Studion dan aktif menulis beberapa karangan tentang corak hidup membiara.

Pada tahun 809 Theodoros sekali lagi dibuang demi melindungi Nicephoras, seorang awam yang diangkat menjadi patriark Konstantinopel. Tetapi pada tahun 813 dari tempat pembuangannya, Theodoros mendukung Patriark Nicephorus dalam usahanya melawan bidaah ikonoklasme; sebagai akibatnya, Nicephorus pun segera menyusul dia ke pembuangan. Tujuh tahun kemudian, Theodoros diizinkan kembali ke Konstantinopel, tetapi pertentangan yang terus menerus dilancarkannya terhadap para penganut ikonoklasme mengakibatkan pembuangannya yang terakhir di Akritas hingga wafatnya pada tanggal 11 Nopember 826. Ia dimakamkan pertama di Akritas dan kemudian relikuinya dipindahkan ke biara Studion pada tahun 844.