Jumat, 10 Juli 2026
Ular dan Merpati
Ada dua macam orang yang sering kita jumpai. Yang pertama cerdik tetapi licin; setiap kebaikannya ada udangnya. Yang kedua tulus tetapi lugu; gampang sekali ditipu. Seakan-akan dunia memaksa kita memilih salah satu.
Kemarin para murid diberangkatkan tanpa bekal. Hari ini Yesus berterus terang soal medannya: "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala." Ia tidak menjanjikan jalan yang aman. Tetapi bekal yang diberikan-Nya bukan taring, melainkan sepasang sifat yang jarang mau akur: cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Cerdik tanpa tulus menjadikan kita serigala berbulu domba. Tulus tanpa cerdik menjadikan kita mangsa. Murid Kristus dipanggil memegang keduanya sekaligus: kepala yang awas membaca keadaan, hati yang bersih dari niat menipu. Sulit? Tentu. Maka Yesus menambahkan janji: saat kamu diseret dan tidak tahu harus berkata apa, "bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu."
Domba di tengah serigala bisa bertahan bukan karena berubah menjadi serigala, melainkan karena Gembalanya tidak pernah jauh. Keberanian murid bukan soal taring, melainkan soal siapa yang menyertainya.
Dalam urusan-urusanku pekan ini, mana yang lebih sering kupakai: cerdik yang menipu, atau tulus yang berpikir?
Tuhan, jadikanlah aku cerdik tanpa kehilangan ketulusan, dan tulus tanpa menjadi lengah. Amin.