Jumat, 10 Juli 2026

Jumat XIV Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Hosea 14:2-10

(14-3) Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. (14-4) Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim." (14-5) Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. (14-6) Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. (14-7) Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. (14-8) Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Mazmur Tanggapan Mazmur 51:3-4,8-9,12-14,17

(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
(51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
(51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
(51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
(51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
(51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
(51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bacaan Injil Matius 10:16-23

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Renungan

Ular dan Merpati

Ada dua macam orang yang sering kita jumpai. Yang pertama cerdik tetapi licin; setiap kebaikannya ada udangnya. Yang kedua tulus tetapi lugu; gampang sekali ditipu. Seakan-akan dunia memaksa kita memilih salah satu.

Kemarin para murid diberangkatkan tanpa bekal. Hari ini Yesus berterus terang soal medannya: "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala." Ia tidak menjanjikan jalan yang aman. Tetapi bekal yang diberikan-Nya bukan taring, melainkan sepasang sifat yang jarang mau akur: cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Cerdik tanpa tulus menjadikan kita serigala berbulu domba. Tulus tanpa cerdik menjadikan kita mangsa. Murid Kristus dipanggil memegang keduanya sekaligus: kepala yang awas membaca keadaan, hati yang bersih dari niat menipu. Sulit? Tentu. Maka Yesus menambahkan janji: saat kamu diseret dan tidak tahu harus berkata apa, "bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu."

Domba di tengah serigala bisa bertahan bukan karena berubah menjadi serigala, melainkan karena Gembalanya tidak pernah jauh. Keberanian murid bukan soal taring, melainkan soal siapa yang menyertainya.

Dalam urusan-urusanku pekan ini, mana yang lebih sering kupakai: cerdik yang menipu, atau tulus yang berpikir?

Tuhan, jadikanlah aku cerdik tanpa kehilangan ketulusan, dan tulus tanpa menjadi lengah. Amin.

Invitatorium

JUMAT II PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Tuhan adalah gembalaku; aku tidak akan kekurangan.
2 Ia membaringkan aku di padang rumput hijau: Ia membimbing aku ke air yang tenang.
3 Ia menyegarkan jiwaku: Ia menuntun aku di jalan kebenaran demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya: sebab Engkau besertaku; tongkat dan gada-Mu menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan musuh-musuhku: Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; cawanku melimpah.
6 Sesungguhnya kebaikan dan belas kasihan akan mengikutiku sepanjang hidupku: dan aku akan diam di rumah Tuhanku selama-lamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Mazmur 35: 1-2, 3c, 9-19, 22-23, 27-28

Tuhan sebagai Penyelamat di masa penganiayaan

Mereka berkumpul… dan merencanakan untuk menangkap Yesus dengan tipu daya dan membunuh-Nya (Matius 26:3-4).
I
Ya Tuhan, belalah perkaraku melawan musuh-musuhku;

perangilah mereka yang memerangi aku.

Ambillah perisai dan tameng-Mu;

bangkitlah menolong aku.
Ya Tuhan, katakanlah kepada jiwaku:

“Akulah keselamatanmu.”
Tetapi jiwaku akan bersukacita dalam Tuhan

dan bergembira dalam keselamatan-Nya.

Seluruh keberadaanku akan berkata:

“Tuhan, siapakah seperti Engkau

yang menyelamatkan yang lemah dari yang kuat

dan yang miskin dari penindas?”
Saksi-saksi dusta bangkit

dan menuduh aku tanpa alasan.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan:

jiwaku terlantar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Ant. 2 Tuhan yang Mahakuasa, dampingilah aku dan belalah aku.

II
Ketika mereka sakit aku berkabung,

menderita dengan berpuasa.

Doaku selalu di bibirku,

seperti untuk saudara, seorang sahabat.

Aku pergi seolah-olah berkabung untuk seorang ibu,

tertunduk dalam kesedihan.
Sekarang aku dalam kesulitan mereka berkumpul,

mereka berkumpul dan mengejek aku.

Mereka mengejutkan aku dan memukul aku

dan mencabik-cabik aku.

Mereka memprovokasi aku dengan ejekan demi ejekan

dan menggertakkan gigi mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan yang Mahakuasa, dampingilah aku dan belalah aku.

Ant. 3 Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.

III
Ya Tuhan, berapa lama lagi Engkau akan memandang?

Datanglah menyelamatkan aku!

Selamatkanlah hidupku dari binatang-binatang buas ini,

jiwaku dari singa-singa ini.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam jemaat yang besar,

di tengah keramaian aku akan memuji-Mu.
Jangan biarkan musuh-musuhku yang berdusta

bersukacita atas aku.

Jangan biarkan mereka yang membenci aku tanpa alasan

mengedipkan mata satu sama lain.
Ya Tuhan, Engkau telah melihat, janganlah berdiam diri,

janganlah berdiri jauh!

Bangunlah, bergeraklah membela aku,

untuk perkaraku, ya Allah!
Biarlah ada sukacita bagi mereka yang mencintai perkaraku.

Biarlah mereka berkata tanpa henti:

“Besarlah Tuhan yang bersukacita

dalam damai hamba-Nya.”

Maka lidahku akan berbicara tentang keadilan-Mu,

sepanjang hari tentang pujian-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau menyelamatkan orang miskin dari penindas mereka, dan Engkau bangkit menolong Putra-Mu yang terkasih melawan mereka yang secara tidak adil mencari hidup-Nya. Pandanglah Gereja-Mu saat kami berziarah kepada-Mu, agar orang miskin dan lemah dapat mengenali pertolongan yang Engkau berikan dan mewartakan karya keselamatan-Mu.

Ant. Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Anakku, camkanlah perkataan-Ku.

Lakukanlah seperti yang Kukatakan, dan engkau akan hidup.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Kedua Samuel

7:1-25

Nubuat mesianis Natan
Ketika Raja Daud telah menetap di istananya, dan Tuhan telah memberinya ketenangan dari musuh-musuhnya di segala sisi, ia berkata kepada nabi Natan, “Lihatlah, aku tinggal di rumah dari kayu aras, sementara tabut Allah tinggal di dalam kemah!” Natan menjawab raja, “Pergilah, lakukanlah apa pun yang ada dalam pikiranmu, sebab Tuhan menyertai engkau.”
Tetapi malam itu Tuhan berbicara kepada Natan dan berkata: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud, ‘Beginilah firman Tuhan: Haruskah engkau membangunkan Aku rumah untuk Aku diami? Aku belum pernah tinggal di rumah sejak hari Aku memimpin orang Israel keluar dari Mesir sampai sekarang, tetapi Aku telah berkeliling di dalam kemah di bawah kain. Dalam semua pengembaraan-Ku di mana-mana di antara orang Israel, apakah Aku pernah mengucapkan sepatah kata pun kepada salah satu hakim yang Aku tugaskan untuk menggembalakan umat-Ku Israel, untuk bertanya: Mengapa kamu tidak membangunkan Aku rumah dari kayu aras?’
“Maka sekarang, berbicaralah demikian kepada hamba-Ku Daud, ‘Tuhan semesta alam berfirman demikian: Akulah yang mengambil engkau dari padang rumput dan dari pemeliharaan kawanan domba untuk menjadi pemimpin umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau ke mana pun engkau pergi, dan Aku telah memusnahkan semua musuhmu di hadapanmu. Dan Aku akan membuat namamu terkenal seperti orang-orang besar di bumi. Aku akan menetapkan tempat bagi umat-Ku Israel; Aku akan menanam mereka agar mereka dapat tinggal di tempat mereka tanpa gangguan lebih lanjut. Juga orang fasik tidak akan terus menindas mereka seperti yang mereka lakukan dahulu, sejak Aku pertama kali mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan memberimu ketenangan dari semua musuhmu. Tuhan juga menyatakan kepadamu bahwa Ia akan mendirikan rumah bagimu. Dan ketika waktumu tiba dan engkau beristirahat bersama nenek moyangmu, Aku akan membangkitkan ahli warismu sesudah engkau, yang berasal dari keturunanmu, dan Aku akan meneguhkan kerajaannya. Dialah yang akan membangun rumah bagi nama-Ku. Dan Aku akan meneguhkan takhta kerajaannya selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapa baginya, dan ia akan menjadi Putra bagi-Ku. Dan jika ia berbuat salah, Aku akan menghukumnya dengan tongkat manusia dan dengan cambuk manusia; tetapi Aku tidak akan menarik rahmat-Ku darinya seperti yang Aku tarik dari pendahulumu Saul, yang Aku singkirkan dari hadapan-Ku. Rumahmu dan kerajaanmu akan tetap ada selama-lamanya di hadapan-Ku; takhtamu akan berdiri teguh selama-lamanya.’”
Natan melaporkan semua perkataan ini dan seluruh penglihatan ini kepada Daud.
Kemudian Raja Daud masuk dan duduk di hadapan Tuhan dan berkata, “Siapakah aku ini, Tuhan Allah, dan siapakah anggota-anggota rumahku, sehingga Engkau telah membawa aku sampai pada titik ini? Namun bahkan ini Engkau anggap terlalu sedikit, Tuhan Allah; Engkau juga telah berbicara tentang rumah hamba-Mu untuk waktu yang lama yang akan datang: ini pun telah Engkau tunjukkan kepada manusia, Tuhan Allah! Apa lagi yang dapat Daud katakan kepada-Mu? Engkau mengenal hamba-Mu, Tuhan Allah! Demi hamba-Mu dan sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki, Engkau telah mewujudkan seluruh pengungkapan yang luar biasa ini kepada hamba-Mu. Dan demikianlah—
“Besarlah Engkau, Tuhan Allah! Tiada yang seperti Engkau dan tiada Allah selain Engkau, seperti yang telah kami dengar. Bangsa lain manakah di bumi yang seperti umat-Mu Israel, yang telah Allah pimpin, menebusnya sebagai umat-Nya; sehingga Engkau telah membuat diri-Mu terkenal dengan melakukan perbuatan yang luar biasa ini, dan dengan melakukan hal-hal yang menakjubkan saat Engkau menyingkirkan bangsa-bangsa dan dewa-dewa mereka dari jalan umat-Mu, yang Engkau tebus bagi diri-Mu dari Mesir? Engkau telah menetapkan bagi diri-Mu umat-Mu Israel sebagai milik-Mu selama-lamanya, dan Engkau, Tuhan, telah menjadi Allah mereka. Dan sekarang, Tuhan Allah, teguhkanlah untuk selama-lamanya nubuat yang telah Engkau buat mengenai hamba-Mu dan rumahnya, dan lakukanlah seperti yang telah Engkau janjikan.”

RESPONSORIUM Lihat Lukas 1:30-32; Mazmur 132:11

Malaikat Gabriel berbicara kepada Maria dan berkata:

Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putra, dan Tuhan Allah akan menganugerahkan kepada-Nya takhta Daud, leluhur-Nya.

Ia akan memerintah atas kaum Yakub selama-lamanya.
Tuhan bersumpah kepada Daud, sumpah yang tidak akan ditarik-Nya:

Aku akan menempatkan putramu sendiri di atas takhtamu.

Ia akan memerintah atas kaum Yakub selama-lamanya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah buku tentang Predestinasi Orang Kudus oleh Santo Agustinus, uskup

Dalam kodrat manusiawi-Nya Yesus Kristus berasal dari garis keturunan Daud
Kemuliaan terbesar dari predestinasi dan rahmat adalah Sang Penyelamat sendiri, pengantara antara Allah dan manusia, manusia Kristus Yesus. Apa, aku bertanya kepadamu, yang telah dilakukan kodrat manusiawi-Nya dalam hal perbuatan baik atau iman untuk terlebih dahulu layak menerima kemuliaan ini? Berikan aku jawaban atas pertanyaan ini: Bagaimana kemanusiaan-Nya layak untuk diambil oleh Sabda, yang kekal bersama Bapa, ke dalam kesatuan dengan pribadi-Nya dan dengan demikian menjadi Putra Allah yang tunggal? Kebaikan apa pun, dalam bentuk apa pun, yang Ia miliki sebelumnya? Apa yang telah Ia lakukan, iman apa yang telah Ia tunjukkan, permintaan apa yang telah Ia ajukan, sehingga Ia mencapai titik keunggulan itu, di luar segala kemampuan manusia untuk menggambarkannya? Bukankah melalui tindakan Sabda dalam mengambil kemanusiaan ini bagi diri-Nya, sejak saat Ia ada, manusia ini ada sebagai Putra Allah yang tunggal?
Kita harus selalu mengingat sumber rahmat itu sendiri, yang berawal dari Kristus, kepala kita, dan mengalir melalui semua anggota-Nya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Rahmat yang menjadikan setiap orang Kristen sejak saat pertama ia percaya adalah rahmat yang sama yang menjadikan manusia ini Kristus sejak ia ada sebagai manusia. Roh yang melaluinya manusia dilahirkan kembali adalah Roh yang melaluinya Kristus dilahirkan. Roh yang melaluinya kita menerima pengampunan dosa adalah Roh yang sama yang menyebabkan Kristus tidak mengenal dosa. Jelas, Allah tahu bahwa Ia akan melakukan semua ini. Predestinasi orang-orang kudus adalah predestinasi yang sama yang mencapai kemuliaan terbesarnya dalam Orang Kudus di atas semua orang kudus lainnya. Siapa yang dapat menyangkal ini di antara mereka yang memahami dengan benar ucapan-ucapan Kebenaran? Sebab kita telah diajarkan bahwa sejauh Putra Allah menjadi manusia, Tuhan kemuliaan itu sendiri adalah objek predestinasi.
Yesus kemudian telah dipredestinasi. Ia yang akan menjadi putra Daud dalam kodrat manusiawi-Nya akan menjadi Putra Allah dalam kuasa melalui tindakan Roh kekudusan, sebab Ia dilahirkan dari Roh Kudus dan dari Perawan Maria. Pengambilan kodrat manusiawi yang unik ini oleh Allah Sabda terjadi sedemikian rupa, terlalu misterius bagi pemahaman kita, sehingga dengan kebenaran dan ketepatan Sabda dapat disebut pada saat yang sama Putra Allah dan putra manusia: putra manusia karena kodrat manusiawi yang diambil, dan Putra Allah karena Allah yang tunggal yang mengambil kodrat manusiawi itu. Kita tidak boleh percaya kepada Allah sebagai empat pribadi tetapi sebagai Tritunggal.
Kodrat manusiawi dalam kasus ini telah dipredestinasi untuk martabat yang begitu menakjubkan, begitu luhur, begitu sempurna sehingga tidak dapat ditinggikan lebih tinggi; sama seperti kodrat ilahi itu sendiri tidak dapat merendahkan diri lebih rendah daripada dengan mengambil kodrat manusiawi dengan segala kelemahannya, bahkan sampai mati di kayu salib. Sama seperti satu Kristus telah dipredestinasi untuk menjadi kepala kita, demikian pula kita, yang banyak, telah dipredestinasi untuk menjadi anggota-Nya. Jangan ada penyebutan jasa manusia di sini; mereka hilang melalui Adam. Biarlah rahmat Allah berkuasa tertinggi, seperti yang terjadi melalui Yesus Kristus, Tuhan kita, Putra Allah yang tunggal, Tuhan yang satu. Jika ada yang dapat menemukan dalam Kristus, kepala kita, jasa-jasa apa pun yang mendahului kelahiran-Nya yang unik, ia juga dapat mencari jasa-jasa dalam diri kita yang mendahului kelahiran kembali kita sebagai banyak anggota-Nya.

RESPONSORIUM

Lihat Galatia 4:4-5; Efesus 2:4; Roma 8:3

Ketika akhirnya waktu yang ditentukan telah tiba,

Allah mengutus Putra-Nya ke dunia,

lahir dari seorang perawan, tunduk pada hukum Taurat,

untuk menebus mereka yang tunduk pada hukum Taurat.
Karena kasih-Nya yang besar kepada kita,

Allah mengutus Putra-Nya dalam rupa kodrat manusiawi kita yang berdosa.

Untuk menebus mereka yang tunduk pada hukum Taurat.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang melalui rahmat adopsi

memilih kami menjadi anak-anak terang,

kami mohon, jangan biarkan kami terbungkus

dalam kegelapan kesalahan tetapi selalu terlihat

berdiri dalam terang kebenaran yang cemerlang.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu
Namun jangan tunda janganlah menunggu
Carilah wajahNya sekarangpun juga
Tanpa menantikan senja.

Kristus sungguh ada dalam diri kita
Meski kita hina meski kita papa
Carilah wajahNya serukan namaNya
Kita pasti dibimbingNya.

Ya Bapa surgawi tolonglah hambaMu
Agar mengikuti Roh Kudus selalu
Hingga hari ini kami sungguh mampu
Mencari wajah PutraMu. Amin.

Ant.1: Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.

Ant.2: Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.

Hab 3,2-4.13a.15-19

Ya Tuhan, aku telah mendengar pesanMu,*
aku telah melihat karyaMu yang agung.

Ulangilah dan masyhurkanlah karyaMu di masa kami,*
bila Engkau murka, ingatlah akan kerahimanMu.

Allah datang dari gurun Teman,*
Allah yang kudus dari gunung Paran.

Kegemilangan Allah meliputi cakerawala,*
dan bumi penuh pujianNya.

Seri kemuliaanNya bersinar seperti cahaya,+
seperti kilat yang disambarkan tanganNya,*
Ia menampakkan kekuasaanNya.

Engkau maju berperang untuk membebaskan umatMu,*
Engkau menolong raja yang Kauurapi.

Engkau menyebarangi laut dengan kereta perang,*
melalui lumpur dasar laut.

Batinku gemetar karena berita buruk,*
dan bibirku bergetar ketakutan.

Sendi-sendi tulangku menjadi rapuh,*
dan langkahku goyah.

Dengan tenang kunantikan hari kesesakan,*
yang mendatangi bangsa yang menindas kami.

Walau pohon ara tidak bertunas,*
dan pohon anggur tidak berbuah;

walau penghasilan zaitun tidak memuaskan,*
dan ladang tidak memberi panen;

walau domba seekorpun tak ada di kandang,*
dan tiada ternak di dalam pagar;

namun aku bersukaria dalam Tuhan,*
bersorak-sorai dalam Allah yang menyelamatkan daku.

Tuhan Allahkulah kekuatanku,+
kakiku dikuatkanNya laksana kaki rusa,*
aku dibimbingNya di jalan terjal.

Ant.2: Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.

Ant.3: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Ant.3: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

Bacaan Singkat (Ef 2,13-16)

Saudara-saudara, dalam Kristus Yesus, kamu yang dahulu jauh, kini menjadi dekat oleh darahNya. Sebab Dialah damai kita yang mempersatukan kedua pihak, Yahudi dan bukan Yahudi, serta merubuhkan tembok pemisah, yakni permusuhan. Dalam diriNya telah dibatalkanNya hukum Taurat dengan segala peraturan dan ketentuannya, agar kedua pihak dijadikanNya satu manusia baru dalam diriNya. Dengan demikian Ia telah mengadakan perdamaian. Dalam satu tubuh Ia telah memeprdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan di dalam diriNya.

Lagu Singkat

P: Aku berseru kepada Tuhan yang mahatinggi,* Karena Ia mengasihani aku. U: Aku. P: Ia mengutus pertolongan dari surga dan membebaskan daku. U: Karena Ia mengasihani aku. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Doa Permohonan

Kristus telah menumpahkan darahNya dan mempersembahkan diri kepada Bapa dalam Roh kudus untuk menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia. Marilah kita menyembah Dia dan dengan tulus ikhlas berkata:
U: Engkaulah pokok damai kami, ya Tuhan.
P: Dalam kemurahanMu Engkau telah memberikan permulaan hari ini kepada kami,* maka berilah juga permulaan hidup yang baru.
P: Engkau telah menciptakan dan tetap menyelenggarakan segala sesuatu,* semoga kami senantiasa melihat Engkau dalam setiap makhluk.
P: Engkau telah mengikat perjanjian yang baru dan kekal dalam darahMu,* maka doronglah kami untuk berpegang teguh pada perjanjianMu itu.
P: Di kayu salib darah dan air mengalir ke luar dari lambungMu,* maka basuhlah kami dalam sumber yang menyelamatkan itu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, pada permulaan hari ini kami memuji Engkau. Semoga ibadat pujian ini kelak kami rayakan secara meriah bersama para kudusMu di dalam kemuliaan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT II SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.

Mazmur 118 (119),73-80

Ya Tuhan, tanganMulah yang menjadikan dan membentuk aku,*
semoga aku mengerti dan mempelajari perintahMu.

Orang takwa melihat aku, lalu bergembira,*
karena aku berharap akan firmanMu.

Aku tahu, ya Tuhan, bahwa ketetapanMu adil,*
karena Engkau telah menghukum aku dengan tepat.

Semoga kasih setiaMu menghibur aku,*
sesuai dengan janjiMu kepada hambaMu ini.

Semoga aku hidup karena rahmatMu,*
sebab aku suka akan hukumMu.

Semoga orang yang sombong Kaupermalukan, sebab mereka curang terhadapku,*
tetapi aku akan merenungkan aturanMu.

Semoga orang takwa memihak aku,*
semoga orang tahu akan perintahMu.

Semoga aku melakukan ketetapanMu dengan sempurna,*
sehingga aku tidak dikecewakan.

Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.

Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.

Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18

Ya Allahku, lepaskan daku dari tangan musuh,*
lindungilah aku terhadap serangan lawan.

Lepaskan daku dari orang yang berbuat jahat,*
selamatkanlah aku dari penumpah darah.

Sebab orang-orang kuat mengancam hidupku,*
mereka menyerbu aku.

Aku tidak melakukan pelanggaran dan tidak berdosa,*
meskipun aku tidak bersalah, mereka bersiap-siap menyerang.

Bangunlah, kemarilah dan lihatlah,*
Tuhan semesta alam, Allah Israel.

Tuhan, Engkau menertawakan bangsa-bangsa kafir,*
mengolok-olok kesombongan mereka.

Aku berpegang padaMu, sebab Engkaulah kekuatanku,*
Engkaulah Allahku dan pelindungku.

Allahku mendampingi aku dengan kasih setia,*
sehingga aku menyaksikan kekalahan musuhku.

Aku menyanyikan kekuasaanMu,*
pagi-pagi sudah memuji kasih setiaMu.

Sebab Engkaulah pelindungku,*
tempat pengungsian pada waktu kesesakan.

Engkaulah kekuatanku, aku bernyanyi bagiMu,*
Engkaulah pelindungku, Allah yang penuh kasih setia.

Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.

Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.

Mazmur 59 (60)

Allah, Engkau menggempur dan menerobos pertahanan kami,*
Engkau murka dan meninggalkan kami.

Tanah kami Kaugoncangkan, sehingga retak,*
goyah dan nyaris terbelah.

UmatMu telah Kauberi pelajaran yang pahit,*
kami Kauberi minum anggur yang memusingkan.

Berikanlah panjiMu kepada orang-orang takwa,*
supaya mereka bersatu melawan musuh.

Berilah kami kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahKu.

Lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gileat dan Manasye menjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu, Yehuda tongkat kerajaanKu,*
Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenanganKu".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah!*
Masihkah Engkau membuang kami dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Dengan Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.

Bacaan singkat (Keb 1,13-15)

Allah tidak mengadakan maut dan tidak bergembira atas kebinasaan orang-orang hidup. Sebab Ia menciptakan segala sesuatu, supaya segala ciptaan itu ada dan selamat. Tak ada racun maut di antara mereka, tak ada kekuasaan pratala di bumi. Sebab keadilan kekal adanya.

P: Tuhan meluputkan jiwaku dari maut.
U: Aku boleh menikmati hidup di dunia ini.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT II SORE

Madah

Yesus cahaya sejati
Yang bersinar dalam hati
Membawa keselamatan
Dan damai yang tahan zaman.

Engkau laksana pelita
Di tengah gelap gulita
Yang menjamin perjalanan
Agar mencapai tujuan.

Bila senja sudah tiba
Engkau tetap bercahaya
Menyinarkan kasih suci
Memancarkan cinta murni.

Terpujilah Kristus Tuhan
Yang rela menjadi kurban
Namun kini sudah jaya
Mulya untuk selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.

Mazmur 114 (116A,1-9)

Tuhan mengasihi aku,*
Ia mendengarkan seruan dan permohonanku.

Ia menaruh perhatian padaku,*
bila aku berseru kepadaNya.

Jerat maut meliliti aku,+
utusan pratala menyergap aku,*
aku dirundung kesusahan.

Maka aku menyerukan nama Tuhan,*
Ya tuhan, bebaskanlah aku.

Berbelaskasihlah Tuhan dan adil,*
Allah kita penuh kerahiman.

Orang yang bersahaja dilindungiNya,*
dari kesesakan aku diselamatkanNya.

Hai jiwaku, tenangkanlah dirimu,*
sebab Tuhan berbuat baik kepadamu.

Tuhan meluputkan jiwaku dari maut,*
Ia mengusap air mataku dan menguatkan kakiku.

Aku boleh menikmati hidup di dunia ini,*
di hadapan wajah Tuhan.

Ant.1: Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.

Ant.2: Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.2: Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat (Kor 2,7-10a)

Ilmu yang kami ajarkan ialah ilmu Allah yang penuh rahasia, yang tersembunyi bagi manusia; ilmu yang sejak dahulu kala disediakan Allah demi kemuliaan kita. Ilmu itu tidaklah diketahui oleh seorangpun dari penguasa dunia ini; sebab seandainya diketahuinya, pasti mereka tidak sampai menyalibkan Tuhan yang mulia. Akan tetapi, kami memaklumkan seperti tertulis dalam Kitab suci, yakni: "Apa yang tak pernah dilihat ataupun didengar orang, apa yang tak pernah timbul di hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi mereka yang mengasihiNya". Demikianlah dinyatakan oleh Allah kepada kita dengan perantaraan Roh kudus.

Lagu Singkat

P: Kristus telah wafat karena dosa kita,* Untuk menghantar kita kepada Allah. U: Kristus. P: Ia wafat sebagai manusia lemah, tetapi kini hidup dalam kekuatan Roh. U: Untuk menghantar kita kepada Allah. P: Kemuliaan U: Kristus.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.

Doa Permohonan

Tuhan Kristus dengan penuh belaskasihan menghapus air mata dari pipi orang yang menangis. Maka hendaklah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berdoa kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Tuhan Kristus, penghibur orang yang hina-dina,* pandanglah kiranya air mata kaum fakir miskin.
P: Tuhan yang mahamurah, dengarkanlah kiranya keluh kesah orang yang berada dalam sakrat maut,* dan utuslah malaikatMu untuk menguatkan mereka.
P: Semoga para pengungsi melihat kembali kampung halamannya di dunia ini,* dan kelak diterima dalam tanah air abadi di surga.
P: Semoga orang yang tenggelam dalam dosa, membuka diri bagi cinta kasihMu,* dan dipersatukan kembali dengan Dikau dan dengan GerejaMu.
P: Selamatkanlah kiranya saudara-saudara yang telah berpulang,* sehingga mereka dapat menikmati penebusanMu selimpah-limpahnya.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, dalam kehinaan salib menjadi nyata betapa agung kebijaksanaanMu. Semoga kami dengan jelas melihat kemuliaan sengsara PuteraMu, sehingga kami penuh harapan selalu berbangga atas salibNya. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Felisitas bersama ketujuh anaknya

Martir

Felisitas adalah seorang wanita bangsawan Romawi. Ia dikagumi banyak orang bukan saja karena keluhuran budinya sebagai seorang putri bangsawan, terutama karena keutamaan-keutamaan hidupnya sebagai seorang Kristen. Bersama anak-anaknya: Aleksander, Feliks, Filipus, Martialis, Silvianus, Vitalis, Yanuaris, Felisitas dituduh sebagai penganut agama Kristen.

Mulanya Publius, Walikota Roma masih bersikap lunak terhadap mereka. Ia berusaha membujuk mereka dengan berbagai cara agar supaya mereka menyangkali imannya. Namun semua bujukan dan janinya tidak berhasil mematahkan keteguhan iman mereka. Oleh karena itu, ia mengambil tindakan-tindakan kejam atas Felisitas dan anak-anaknya. Semua siksaan kejam yang ditimpakan pada mereka tidak berhasil melumpuhkan kekokohan iman mereka. Mereka tidak gentar sedikitpun dihadapan segala ancaman Publius. Felisitas dengan semangat meneguhkan iman anak-anaknya. Akhirnya mereka dibunuh oleh para algojo pada tahun 150.

Santa Rufina dan Secunda

Martir

Rufina dan adiknya Secunda adalah anak-anak dari seorang Senator Romawi. Mereka dibunuh secara kejam kira-kira pada tahun 257, selama masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh Kaisar Valerianus (253-260).

Menurut tradisi, Rufina dan Secunda bertunangan dengan dua orang pemuda beragama Kristen. Rufina bertunangan dengan Armentarius dan Secunda dengan Verinus. Selama masa penganiayaan, kedua lelaki Kristen itu dengan semangat menyebarkan agama Kristen. Rufina dan Secunda sebaliknya enggan melakukan hal itu. Kedua bersaudara itu pergi ke Roma dan di sana mereka ditangkap dan dipenjarakan. Tak satu siksaan pun mampu mematahkan ketetapan hati dan keteguhan iman mereka. Karena itu akhirnya mereka dibunuh. Jenazah mereka dimakamkan di basilika Santo Yohanes Lateran, Gereja Katedral kota Roma.

Santa Veronika Yuliani

Biarawati

Veronika lahir pada tahun 1660. Ia kemudian menjadi suster dan membimbing para novis ordo Kapusin di Italia. Ia dikarunia berbagai rahmat istimewa seperti penglihatan-penglihatan, kemampuan bernubuat dan stigmata Yesus. Ia meninggal pada tahun 1727.

Santo Erik IX

Martir

Erik adalah Raja Swedia yang beragama Katolik. Ia menduduki tahkta kerajaan pada tahun 1150 dan berjasa menyusun undang-undang Nasional Swedia. Pada masa kekuasaannya, ia menaklukkan negeri Finlandia dan memberi wewenang penuh kepada Santo Henry, Uskup Uppsala untuk menobatkan bangsa Finlandia yang masih kafir.

Karena dukungan dalam usaha penyebaran iman Katolik, ia dimusuhi oleh banyak bangsawan Swedia. Kemudian atas hasutan Danes, bangsawan-bangsawan itu bersekongkol untuk menjatuhkan dia dari tahkta kekuasaannya, bahkan melenyapkan nyawanya. Dalam suatu pertempuran di dekat Uppsala, mereka berhasil membunuh Erik.

Sejak lahirnya reformasi Protestan, Erik dihormati sebagai pelindung bangsa Swedia, walaupun ia tidak pernah secara resmi dikanonisasikan sebagai orang kudus. Jenazahnya dikebumikan di Gereja Katedral Uppsala. Peristiwa pembunuhan atas dirinya terjadi pada tanggal 18 Mei 1161.

Santo Kanut IV

Martir

Raja Denmark ini memerintah dari tahun 1080 sampai tahun 1086. Tanggal dan tempat kelahirannya tidak diketahui pasti. Beliau adalah cucu raja Kanut Agung yang memerintah Inggris sekaligus Denmark pada awal abad kesebelas. Kanut dibunuh oleh para pemberontak di pulau Funen (sekarang Fyn) pada tanggal 10 Juli 1086 karena tegas-tegas berusaha memperbaharui hidup Gereja.

Pada masa kekuasaannya, ia melanjutkan karya kakaknya Harold yang digantinya dengan menghadiahkan berbagai pemberian kepada Gereja dan mewajibkan rakyatnya memberikan derma kepada Gereja. Ia juga memberikan berbagai hak istimewa kepada para rohaniwan-rohaniwati. Pada tahun 1085, ia merencanakan penyerangan ke Inggris untuk menguasai Inggris, sebagaimana dahulu dilakukan oleh moyangnya Kanut Agung. Rencana ini digagalkan oleh pengkhianatan saudara Olaf.

Setahun kemudian, Olaf memimpin suatu pemberontakan rakyat melawan kebijaksanaan Kanut. Kanut melarikan diri ke Funen dan bersama para pengikutnya berlindung di dalam Gereja Santo Albanus di kota Odense. Kanut dibunuh ketika sedang berdoa di muka altar gereja itu. Laporan-laporan tentang mukzijat-mukzijat yang terjadi di kuburannya di kirim ke Roma oleh salah seorang saudaranya. Pada tahun 1100, Paus Paskalis II (1099-1118) membenarkan mukzijat-mukzijat itu.

Santo Olaf II

Martir

Olaf, raja Norway dihormati oleh orang-orang Norwegia sebagai pelindung mereka dan sebagai promotor kemerdekaan bangsa Norwegia. Ia bertobat dan dipermandikan pada tahun 1010. Tatkala ia menjadi raja pada tahun 1015, ia mengusir pergi orang Danes dan Swedia yang menguasai Norwegia pada masa itu. Ia membantu menyebarluaskan agama Kristen di seluruh negeri secara politis. Ia menempatkan orang-orang dari keluarga terhormat pada jabatan-jabatan tinggi. Kebijakan ini mengakibatkan amarah dari pihak bangsawan-bangsawan Norwegia. Tetapi hal itu bisa diatasinya dengan baik.

Kira-kira pada tahun 1028, banyak bangsawan menggabungkan diri dengan raja Kanut dari Denmark dan Inggris dan berhasil menjatuhkan Olaf. Olaf meninggal dalam pertempuran di Stiklestad dalam suatu usaha untuk memenangkan kembali tahkta kerajaan.