‹ Semua renungan

Sabtu, 11 Juli 2026

Seharga Burung Pipit

Di sawah, burung pipit dianggap hama. Di pasar, harganya paling murah; kata Yesus, dua ekor cuma seduit. Kalau seekor jatuh, siapa yang peduli?

Bapa peduli. "Seekor pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu." Bahkan lebih dari itu: "Rambut kepalamu pun terhitung semuanya." Kita sering mengukur diri dengan harga pasar: seberapa laku, seberapa dilihat orang. Yesus memakai ukuran lain. Yang paling murah di pasar pun dihitung di surga. Jangan takut, kata-Nya, kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Hari ini Gereja mengenang Santo Benediktus, bapa hidup membiara di Barat. Ia meninggalkan hiruk pikuk Roma dan menyusun hidup dari hal-hal kecil yang dihitung: jam doa, jam kerja, ora et labora. Dalam peraturannya, panci dapur biara harus diperlakukan seperti bejana altar. Tidak ada yang remeh bila dikerjakan di hadapan Allah yang menghitung rambut.

Kemarin kita diingatkan bahwa medan perutusan itu penuh serigala. Hari ini tiga kali Yesus berkata jangan takut. Alasannya bukan karena bahaya tidak nyata, melainkan karena Bapa tidak pernah lengah.

Hal kecil apa hari ini yang akan kukerjakan seperti merawat bejana altar?

Bapa, Engkau menghitung burung pipit dan rambut kepalaku. Usirlah ketakutanku dengan ingatan itu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →