‹ Semua renungan

Kamis, 16 April 2026

Taat kepada Siapa

Cepat atau lambat, hampir setiap orang yang bekerja pernah berada dalam posisi sulit ini: atasan atau keadaan menuntut sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. Ikut arus, semua aman, tetapi ada yang mengganjal di dalam. Melawan, hati tenang, tetapi harga yang harus dibayar bisa mahal.

Kemarin Mahkamah Agama sudah tertusuk hatinya dan bahkan bermaksud membunuh para rasul. Hari ini Imam Besar menghadapkan mereka lagi dan menuduh: kami sudah melarang keras kalian mengajar dalam Nama itu. Jawaban Petrus menjadi kalimat yang bergema sepanjang zaman: kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.

Petrus tidak sedang membenarkan pembangkangan terhadap semua otoritas. Ia sedang menegaskan urutan. Ketaatan kepada manusia itu baik dan perlu, tetapi ia tidak boleh naik menjadi yang tertinggi. Ketika perintah manusia bertabrakan dengan kehendak Allah yang jelas, hati nurani yang lurus tahu ke mana harus tunduk lebih dahulu.

Keberanian semacam ini bukan lahir dari watak yang keras kepala. Ia lahir dari kepastian tentang apa yang telah mereka lihat: Allah membangkitkan Yesus yang mereka gantungkan pada kayu salib. Orang yang yakin Tuhannya hidup tidak mudah ditakut-takuti oleh ancaman yang paling keras sekalipun.

Tuhan, berilah aku hati nurani yang jernih dan keberanian untuk lebih taat kepada-Mu ketika dunia menuntut sebaliknya. Teguhkanlah aku dengan kepastian bahwa Engkau hidup. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →