‹ Semua renungan

Jumat, 17 April 2026

Bekal Seorang Anak

Anak yang berangkat sekolah biasanya dibekali seadanya. Sepotong roti, sedikit nasi dalam rantang, cukup untuk satu perut kecil. Bekal itu tidak pernah dimaksudkan untuk memberi makan banyak orang. Ia hanya cukup, bahkan kadang kurang, untuk yang membawanya sendiri.

Di hadapan lima ribu orang yang lapar, Andreas menemukan seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan. Ia menyampaikannya kepada Yesus sambil hampir menyerah: tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Pertanyaan yang sangat masuk akal. Secara hitungan, bekal sekecil itu memang tidak ada artinya.

Tetapi Yesus mengambil yang sedikit itu, mengucap syukur, lalu membagi-bagikannya. Dan semua orang makan sampai kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul. Rupanya di tangan Tuhan, nilai sebuah pemberian tidak ditentukan oleh besarnya, melainkan oleh apakah ia diserahkan. Bekal kecil yang dilepaskan jauh lebih berdaya daripada bekal besar yang digenggam erat.

Kita sering menahan diri dari berbuat baik dengan alasan yang sama seperti Andreas: apalah artinya yang sedikit ini. Waktu kita sedikit, uang kita pas-pasan, kemampuan kita biasa saja. Namun Injil hari ini meminta kita menyerahkan yang sedikit itu, dan membiarkan Tuhan yang menghitung hasilnya. Ia bahkan berpesan supaya sisa-sisanya dikumpulkan agar tidak ada yang terbuang.

Tuhan, terimalah bekalku yang kecil dan tampak tak berarti. Pecahkanlah dan lipatgandakanlah di tangan-Mu, supaya menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →