‹ Semua renungan

Rabu, 15 April 2026

Menyukai Gelap

Nyalakan lampu di dapur pada malam hari, dan lihatlah apa yang terjadi. Kecoak dan segala yang biasa merayap dalam gelap buru-buru lari mencari celah. Mereka tidak membenci terang karena terang itu jahat, melainkan karena terang menyingkapkan keberadaan mereka. Yang tidak ingin terlihat memang selalu memilih gelap.

Kemarin Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya beroleh hidup kekal. Hari ini Ia menjelaskan alasan di balik semua itu dengan kalimat yang paling terkenal di seluruh Kitab Suci: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.

Tetapi Yesus tidak berhenti pada kalimat yang manis itu. Ia melanjutkan dengan diagnosis yang tajam: terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Rupanya penolakan terhadap Allah sering bukan soal kurang bukti, melainkan soal tidak ingin ketahuan. Kita menghindari terang bukan karena tidak percaya, melainkan karena ada sudut hati yang belum siap disinari.

Kabar baiknya, terang yang datang itu bukan lampu interogasi, melainkan wajah kasih. Ia menyingkapkan bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk menyembuhkan. Datang kepada terang berarti berhenti bersembunyi, dan membiarkan diri dikasihi apa adanya.

Tuhan, terangi sudut-sudut hatiku yang paling ingin kusembunyikan. Berilah aku keberanian datang kepada terang-Mu, sebab Engkau menyinari untuk menyembuhkan, bukan mempermalukan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →