‹ Semua renungan

Selasa, 14 April 2026

Milik Bersama

Di banyak kampung masih hidup kebiasaan lama: kalau ada tetangga membangun rumah atau punya hajat, orang datang membantu tanpa dibayar. Orang Jawa menyebutnya sambatan. Tak ada yang menghitung siapa memberi berapa, sebab semua tahu suatu hari giliran merekalah yang akan dibantu. Milik satu orang untuk sesaat menjadi urusan bersama.

Kemarin kita mendengar jemaat perdana berdoa sampai tempat mereka berkumpul bergoncang dan mereka penuh Roh Kudus. Hari ini kita melihat buah dari doa itu, dan buahnya sangat membumi. Kumpulan orang percaya itu sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun menganggap hartanya sebagai miliknya sendiri; segala sesuatu adalah kepunyaan bersama, dan tidak ada seorang pun yang berkekurangan.

Perhatikan urutannya. Roh Kudus tidak berhenti pada perasaan hangat di hati. Ia turun sampai ke dompet dan tanah warisan. Lukas mencatat satu nama: Yusuf, seorang Lewi dari Siprus, yang oleh para rasul dijuluki Barnabas, artinya anak penghiburan. Ia menjual ladangnya dan meletakkan uangnya di depan kaki para rasul. Julukan itu berbicara: penghiburan sejati sering berbentuk sesuatu yang nyata, bukan sekadar kata-kata manis.

Iman yang sungguh menyentuh Roh Kudus selalu berakhir di tangan yang membuka genggaman. Kalau doa kita tidak pernah sampai mengubah cara kita memegang uang, barangkali doa itu belum benar-benar turun ke tanah.

Tuhan, turunkanlah Roh-Mu sampai ke tanganku yang suka menggenggam. Jadikanlah aku anak penghiburan bagi mereka yang berkekurangan di sekitarku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →