Sabtu, 28 Maret 2026
Hitungan Kayafas
Pedagang terbiasa berhitung: keluar sekian, masuk sekian, asal untung. Hitung-hitungan memang menyelamatkan usaha. Tetapi celakalah bila cara pikir dagang dipakai untuk menimbang nyawa orang.
Mahkamah Agama berkumpul dengan gelisah. Yesus baru saja membangkitkan Lazarus, banyak orang menjadi percaya, dan mereka takut kehilangan kedudukan. Lalu Kayafas, sang Imam Besar, mengeluarkan hitungan dinginnya: lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa ini daripada seluruh bangsa binasa. Satu nyawa ditukar keamanan bersama. Di atas kertas, hitungan itu tampak masuk akal. Sejak hari itu mereka sepakat membunuh Dia.
Yohanes menyisipkan keajaiban kecil: tanpa disadarinya, Kayafas bernubuat. Yesus memang akan mati untuk bangsa itu, bahkan untuk mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Hitungan jahat manusia dipakai Allah untuk matematika kasih-Nya sendiri: satu Nyawa diberikan, semua ditebus. Yehezkiel telah lama menjanjikannya: mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Namun waspadalah pada hitungan Kayafas dalam diri kita: mengorbankan orang demi kenyamanan kita, menumbalkan yang lemah demi rencana yang katanya besar. Kasih tidak pernah menjadikan manusia sekadar angka.
Tuhan Yesus, Engkau membiarkan diri-Mu dihitung sebagai tumbal demi aku. Jauhkan aku dari menumbalkan sesamaku. Amin.