‹ Semua renungan

Senin, 2 Maret 2026

Takaran Pasar

Di pasar, penjual beras yang baik punya kebiasaan kecil. Literan diisi sampai penuh, digoyang supaya padat, lalu ditambah lagi sampai menggunung. Pembeli pulang dengan hati lapang. Besok ia kembali ke lapak yang sama. Takaran yang murah hati selalu punya pelanggan setia.

Yesus rupanya mengenal hukum pasar itu. "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." Lalu Ia menutup dengan kalimat yang layak digantung di setiap rumah: ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.

Kita sering memakai dua takaran. Untuk diri sendiri, takaran longgar penuh maklum. Untuk orang lain, takaran ketat penuh curiga. Doa Daniel hari ini membalik urutannya: kami telah berbuat dosa, kami patut malu, tetapi pada Tuhan ada kesayangan dan keampunan. Ia berani menakar dirinya dengan jujur karena tahu Allah menakarnya dengan rahmat.

Hari ini coba kita periksa: kepada siapa takaran kita paling pelit? Kepada pasangan yang kesalahannya kita hafal? Kepada rekan yang pernah mengecewakan? Mungkin dari sanalah pertobatan Prapaskah kita harus mulai.

Bapa yang murah hati, Engkau menakarku dengan takaran yang tumpah ke luar. Jangan biarkan aku menakar sesamaku dengan sendok kecil. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →