Senin, 2 Maret 2026

Senin II Prapaskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Daniel 9:4b-10

Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Mazmur Tanggapan Mazmur 79:8-9,11,13

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

Bacaan Injil Lukas 6:36-38

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Renungan

Takaran Pasar

Di pasar, penjual beras yang baik punya kebiasaan kecil. Literan diisi sampai penuh, digoyang supaya padat, lalu ditambah lagi sampai menggunung. Pembeli pulang dengan hati lapang. Besok ia kembali ke lapak yang sama. Takaran yang murah hati selalu punya pelanggan setia.

Yesus rupanya mengenal hukum pasar itu. "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." Lalu Ia menutup dengan kalimat yang layak digantung di setiap rumah: ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.

Kita sering memakai dua takaran. Untuk diri sendiri, takaran longgar penuh maklum. Untuk orang lain, takaran ketat penuh curiga. Doa Daniel hari ini membalik urutannya: kami telah berbuat dosa, kami patut malu, tetapi pada Tuhan ada kesayangan dan keampunan. Ia berani menakar dirinya dengan jujur karena tahu Allah menakarnya dengan rahmat.

Hari ini coba kita periksa: kepada siapa takaran kita paling pelit? Kepada pasangan yang kesalahannya kita hafal? Kepada rekan yang pernah mengecewakan? Mungkin dari sanalah pertobatan Prapaskah kita harus mulai.

Bapa yang murah hati, Engkau menakarku dengan takaran yang tumpah ke luar. Jangan biarkan aku menakar sesamaku dengan sendok kecil. Amin.

Invitatorium

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Senin Pekan II Prapaskah
Ya Allah, sudilah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Jadilah Engkau penglihatanku, siang dan malam,
Terangilah aku selalu, agar Roh-Mu tinggal.
Engkau, Bapa abadi, yang agung dan terakhir,
Penguasa yang bijak dan benar atas segala yang akan berlalu.

Jadilah Engkau kebijaksanaanku, tongkat dan penopangku,
Bersinarlah menembus kegelapan, berikan terang bagi jalanku!
Jadilah Engkau sumber sejati dari segala yang kunikmati,
Agar kesenangan duniawi tak lagi menggangguku.

Jadilah Engkau pelindungku, pedangku dalam pertempuran,
Jadilah Engkau martabatku, Engkau kesenanganku.
Engkau perlindungan jiwaku, dan Engkau menara tinggiku,
Akankah Engkau mengangkatku ke surga, ya kekuatan dari kekuatanku.

Kekayaan tak kuhiraukan, atau pujian kosong manusia,
Engkau warisanku, sekarang dan selalu,
Engkau dan hanya Engkau, tetap yang pertama di hatiku,
Raja surga yang agung, Engkau hartaku.

Raja surga yang agung, kemenanganku telah diraih,
Semoga aku mencapai sukacita surga, ya matahari surga yang cerah!
Hati dari hatiku sendiri, apa pun yang terjadi,
Tetaplah Engkau penglihatanku, ya penguasa segalanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Mazmur 31:1-17, 20-25

Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah

Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.
Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.
Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,
dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.

Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,
benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,
sebab Engkau adalah gunung batuku, bentengku.
Demi nama-Mu, pimpinlah dan bimbinglah aku.

Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan,
sebab Engkau adalah perlindunganku, ya Tuhan.
Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.
Engkaulah yang akan menebus aku, ya Tuhan.

Ya Allah kebenaran, Engkau membenci
mereka yang menyembah berhala-berhala palsu dan kosong.
Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:
biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.

Engkau telah melihat penderitaanku
dan memperhatikan kesusahan jiwaku,
tidak menyerahkan aku kepada musuh,
tetapi membebaskan kakiku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,
sebab aku dalam kesusahan.
Air mata telah menghabiskan mataku,
tenggorokanku dan hatiku.

Sebab hidupku habis dalam kesedihan
dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.
Penderitaan telah menghancurkan kekuatanku
dan tulang-tulangku merana.

Di hadapan semua musuhku
aku menjadi celaan,
sasaran cemoohan bagi tetangga-tetanggaku
dan ketakutan bagi teman-temanku.

Mereka yang melihatku di jalan
lari jauh dariku.
Aku seperti orang mati, terlupakan,
seperti barang yang dibuang.

Aku telah mendengar fitnah orang banyak,
ketakutan ada di sekelilingku,
ketika mereka bersekongkol melawanku,
ketika mereka berencana untuk mengambil nyawaku.

Tetapi aku, aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan,
aku berkata: “Engkau adalah Allahku.
Hidupku ada di tangan-Mu, lepaskanlah aku
dari tangan mereka yang membenciku.

Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

III
Betapa besarnya kebaikan, ya Tuhan,
yang Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau,
yang Engkau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu
di hadapan manusia.

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan hadirat-Mu
dari persekongkolan manusia:
Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu
dari lidah-lidah yang bertengkar.

Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku
keajaiban kasih-Nya
di kota yang berbenteng.

“Aku jauh dari pandangan-Mu,”
kataku dalam ketakutanku.
Namun Engkau mendengar suara permohonanku
ketika aku berseru minta tolong.

Cintailah Tuhan, hai semua orang kudus-Nya.
Ia menjaga orang-orang yang setia kepada-Nya
tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya
mereka yang bertindak dengan kesombongan.

Kuatkanlah hatimu, beranilah,
hai semua yang berharap kepada Tuhan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau memberi kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya keselamatan-Mu yang penuh kebaikan di kota abadi.

Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima di dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berpalinglah dari dosa dan setialah kepada Injil.

Kerajaan Allah sudah dekat.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

14:10-31

Penyeberangan Laut Merah
Firaun sudah dekat ketika orang Israel mengangkat muka dan melihat bahwa orang Mesir sedang berbaris mengejar mereka. Dengan sangat ketakutan mereka berseru kepada Tuhan. Dan mereka mengeluh kepada Musa, “Apakah tidak ada kuburan di Mesir sehingga engkau harus membawa kami ke sini untuk mati di padang gurun? Mengapa engkau melakukan ini kepada kami? Mengapa engkau membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah kami sudah mengatakan ini kepadamu di Mesir, ketika kami berkata, ‘Biarkanlah kami. Biarlah kami melayani orang Mesir’? Jauh lebih baik bagi kami menjadi budak orang Mesir daripada mati di padang gurun.” Tetapi Musa menjawab kepada bangsa itu, “Jangan takut! Berdirilah teguh, dan kamu akan melihat kemenangan yang akan Tuhan menangkan bagimu hari ini. Orang Mesir yang kamu lihat hari ini tidak akan pernah kamu lihat lagi. Tuhan sendiri akan berperang bagimu; kamu hanya perlu berdiam diri.”
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa, “Mengapa engkau berseru kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel untuk maju. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan, dengan tangan terulur di atas laut, belahlah laut menjadi dua, agar orang Israel dapat melewatinya di tanah kering. Tetapi Aku akan membuat orang Mesir begitu keras kepala sehingga mereka akan mengejar mereka. Kemudian Aku akan menerima kemuliaan melalui Firaun dan seluruh pasukannya, kereta-keretanya dan para pengemudi keretanya. Orang Mesir akan tahu bahwa Akulah Tuhan, ketika Aku menerima kemuliaan melalui Firaun dan kereta-keretanya dan para pengemudi keretanya.”
Malaikat Allah, yang telah memimpin perkemahan Israel, sekarang bergerak dan pergi mengelilingi mereka dari belakang. Tiang awan juga, meninggalkan bagian depan, mengambil tempat di belakang mereka, sehingga ia berada di antara perkemahan orang Mesir dan perkemahan Israel. Tetapi awan itu sekarang menjadi gelap, dan demikianlah malam berlalu tanpa perkemahan-perkemahan yang bersaing itu mendekat satu sama lain sepanjang malam.
Kemudian Musa mengulurkan tangannya di atas laut, dan Tuhan menyapu laut dengan angin timur yang kuat sepanjang malam dan demikian mengubahnya menjadi tanah kering. Ketika air terbagi demikian, orang Israel berbaris ke tengah laut di tanah kering, dengan air seperti tembok di kanan dan di kiri mereka.
Orang Mesir mengikuti dalam pengejaran; semua kuda Firaun dan kereta-keretanya dan para pengemudi keretanya mengejar mereka langsung ke tengah laut. Pada jaga malam sesaat sebelum fajar, Tuhan melemparkan melalui tiang awan api kepada pasukan Mesir pandangan yang membuat mereka panik; dan Ia begitu menyumbat roda-roda kereta mereka sehingga mereka hampir tidak bisa mengemudi. Dengan itu orang Mesir membunyikan tanda mundur di hadapan Israel, karena Tuhan berperang bagi mereka melawan orang Mesir.
Kemudian Tuhan berkata kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu di atas laut, agar air dapat mengalir kembali ke atas orang Mesir, ke atas kereta-keretanya dan para pengemudi keretanya.” Maka Musa mengulurkan tangannya di atas laut, dan pada fajar laut mengalir kembali ke kedalaman normalnya. Orang Mesir melarikan diri ke arah laut, ketika Tuhan melemparkan mereka ke tengahnya. Ketika air mengalir kembali, ia menutupi kereta-kereta dan para pengemudi kereta seluruh pasukan Firaun yang telah mengikuti orang Israel ke laut. Tidak seorang pun dari mereka yang lolos. Tetapi orang Israel telah berbaris di tanah kering melalui tengah laut, dengan air seperti tembok di kanan dan di kiri mereka.
Demikianlah Tuhan menyelamatkan Israel pada hari itu dari kekuasaan orang Mesir. Ketika Israel melihat orang Mesir tergeletak mati di tepi laut dan menyaksikan kuasa besar yang telah Tuhan tunjukkan terhadap orang Mesir, mereka takut akan Tuhan dan percaya kepada-Nya dan kepada hamba-Nya Musa.

RESPONSORIUM Keluaran 15:1, 2, 3

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, mulia dalam kemenangan-Nya; kuda dan penunggangnya telah dilemparkan-Nya ke laut.

Tuhan adalah perlindunganku dan pembelaku, Ia telah menjadi penyelamatku.
Tuhan adalah pahlawan perang; Tuhan adalah nama-Nya.

Tuhan adalah perlindunganku dan pembelaku, Ia telah menjadi penyelamatku.
Bacaan Kedua

Dari Katekese Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Kristus dan Musa
Orang Israel menyaksikan keajaiban; kamu juga akan menyaksikan keajaiban, lebih besar dan lebih mulia daripada yang menyertai mereka saat keberangkatan mereka dari Mesir. Kamu tidak melihat Firaun tenggelam bersama pasukannya, tetapi kamu telah melihat iblis dengan senjatanya dikalahkan oleh air baptisan. Orang Israel melewati laut; kamu telah melewati dari kematian ke kehidupan. Mereka dibebaskan dari orang Mesir; kamu telah dibebaskan dari kekuatan kegelapan. Orang Israel dibebaskan dari perbudakan kepada bangsa kafir; kamu telah dibebaskan dari perbudakan dosa yang jauh lebih besar.
Apakah kamu membutuhkan argumen lain untuk menunjukkan bahwa karunia yang kamu terima lebih besar daripada karunia mereka? Orang Israel tidak dapat melihat wajah Musa dalam kemuliaan, meskipun ia adalah sesama hamba dan kerabat mereka. Tetapi kamu telah melihat wajah Kristus dalam kemuliaan-Nya. Paulus berseru: Kita melihat kemuliaan Tuhan dengan wajah yang tidak terselubung.
Pada masa itu Kristus hadir bagi orang Israel saat Ia mengikuti mereka, tetapi Ia hadir bagi kita dalam arti yang jauh lebih dalam. Tuhan bersama mereka karena kasih karunia yang Ia tunjukkan kepada Musa; sekarang Ia bersama kita bukan hanya karena Musa tetapi juga karena ketaatanmu. Setelah Mesir mereka tinggal di tempat-tempat padang gurun; setelah keberangkatanmu kamu akan tinggal di surga. Pemimpin dan panglima besar mereka adalah Musa; kita memiliki Musa yang baru, Allah sendiri, sebagai pemimpin dan panglima kita.
Apa yang membedakan Musa yang pertama? Musa, Kitab Suci memberi tahu kita, lebih lembut daripada semua yang tinggal di bumi. Kita dapat dengan tepat mengatakan hal yang sama tentang Musa yang baru, karena ada pada-Nya Roh kelembutan itu sendiri, bersatu dengan-Nya dalam keberadaan-Nya yang terdalam. Pada masa itu Musa mengangkat tangannya ke surga dan menurunkan manna, roti para malaikat; Musa yang baru mengangkat tangannya ke surga dan memberi kita makanan hidup yang kekal. Musa memukul batu dan mengeluarkan aliran air; Kristus menyentuh meja-Nya, memukul batu rohani perjanjian baru dan mengeluarkan air hidup Roh. Batu ini seperti mata air di tengah meja Kristus, sehingga dari segala sisi kawanan domba dapat mendekati mata air hidup ini dan menyegarkan diri dalam air keselamatan.
Karena mata air ini, sumber kehidupan ini, meja ini mengelilingi kita dengan berkat-berkat yang tak terhitung dan memenuhi kita dengan karunia-karunia Roh, marilah kita mendekatinya dengan ketulusan hati dan kemurnian hati nurani untuk menerima rahmat dan belas kasihan di saat kita membutuhkan. Rahmat dan belas kasihan menyertai kamu dari Putra Tunggal, Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus; melalui Dia dan bersama Dia kemuliaan, kehormatan dan kuasa bagi Bapa dan Roh yang memberi hidup, sekarang dan selalu dan selama-lamanya. Amin.

RESPONSORIUM Ibrani 11:24-25, 26, 27

Ketika ia dewasa, Musa, dipimpin oleh iman, menolak untuk dikenal sebagai putra putri Firaun. Ia memilih untuk menderita bersama umat Allah daripada memiliki kesenangan dosa yang sesaat.

Ia memusatkan pandangannya pada upah yang telah Allah janjikan.
Menanggung celaan Kristus lebih berharga baginya daripada semua harta Mesir. Dengan iman sebagai penuntunnya ia meninggalkan Mesir.

Ia memusatkan pandangannya pada upah yang telah Allah janjikan.

DOA PENUTUP

Ya Allah,
yang telah mengajar kami untuk mendisiplinkan tubuh kami
demi penyembuhan jiwa kami,
mampukanlah kami, kami mohon,
untuk menjauhkan diri dari segala dosa,
dan kuatkanlah hati kami untuk melaksanakan perintah-perintah kasih-Mu.
Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*
demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*
bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*
karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*
aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*
di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*
dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+
dengan deru air terjun,*
demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,*
malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:
"Mengapa Engkau melupakan daku;*
mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?"

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*
karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Sir 36,1-7.13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*
curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*
agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,*
hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*
bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,*
nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*
kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,*
Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kotaMu yang kudus,*
Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,*
penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*
dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+
namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*
dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*
yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*
laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*
dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Bacaan Singkat: (Kel 19,4-6a)

Kamu sendiri telah melihat, bagaimana Aku telah mengangkat dan membawa kamu kepadaKu laksana di atas sayap rajawali. Apabila kamu sekarang sungguh-sungguh mendengarkan perkataanKu dan mau menepati perjanjianKu, maka kamu akan menjadi milikKu, yang Kupilih dari antara segala bangsa. Kamu akan merupakan bagiKu suatu kaum raja dan imam, suatu bangsa yang kudus.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.

Doa Permohonan:

Terpujilah Yesus, penyelamat kita, sebab Ia telah membuka jalan keselamatan bagi kita dengan kematianNya. Marilah kita berdoa:
U: Tuntunlah umatMu pada jalan yang lurus, ya Tuhan.
P: Allah mahapengasih, Engkau telah memberi kami hidup baru dengan pembaptisan,* semoga kami tiap-tiap hari semakin menyerupai Engkau.
P: Semoga kami pada hari ini menggembirakan hati orang miskin dengan amal bakti kami,* dan menyadari kehadiranMu dalam diri mereka.
P: Semoga kami membaktikan diri kepadaMu dengan jujur dan tulus ikhlas,* serta mencari Engkau dengan segenap hati.
P: Ampunilah dengan rela hati kesalahan kami melawan kerukunan umat,* dan bantulah kami agar tetap sehati sejiwa.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Allah, Engkau menyuruh kami melakukan mati raga lahir untuk menyembuhkan batin kami. Bantulah kami melepaskan diri dari segala dosa, agar kami sanggup menunaikan tugas kebaktian kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN II SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
keselamatanMu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*
sebab aku percaya pada firmanMu.

Jangan Kauambil firmanMu yang benar dari mulutku,*
sebab aku berharap pada ketetapanMu.

Selalu aku berpegang kepada hukumMu,*
selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*
sebab aku hanya ingin melakukan kehendakMu.

Aku akan berbicara tentang hukumMu,*
aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturanMu menjadi kesukaanku,*
yang sangat kucintai.

Kepada hukumMu kutadahkan tanganku,*
ketetapanMu kurenungkan.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*
Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*
Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkanNya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*
banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*
yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencanaMu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+
dan sangat mengagumkan,*
tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*
tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*
tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suaraMu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*
maka aku berkata kepadaMu:

"Sesuai dengan firmanMu aku datang,+
untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku,*
kesukaanku ialah hukumMu yang terukir dalam hatiku."

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaanMu,*
tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

KesetiaanMu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*
tetapi kebenaran dan pertolonganMu kuwartakan.

Kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan,*
di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahimanMu terhadapku,*
semoga kasih dan kesetiaanMu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*
dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*
sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*
Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*
semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolonganMu,*
berseru: "Agunglah Tuhan."

Sekalipun aku miskin dan malang,*
namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*
Allahku, jangan berlambat.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Bacaan Singkat: (Yes 58,7)

Bagikanlah makananmu kepada orang lapar; terimalah orang gelandangan di rumahmu. Kalau kamu melihat orang telanjang, berilah mereka pakaian.

P: Hendaklah kamu berbelas kasih.
U: Seperti Bapamu berbelas kasih.

Doa Penutup:

Ya Allah, Engkau menyuruh kami melakukan mati raga lahir untuk menyembuhkan batin kami. Bantulah kami melepaskan diri dari segala dosa, agar kami sanggup menunaikan tugas kebaktian kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

SENIN II SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat: (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant. Kidung: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.

Doa Permohonan:

Tuhan Yesus Kristus telah menyelamatkan umatNya dari dosa. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U: Yesus, putera Daud, kasihanilah kami.
P: Ya Kristus, Engkau telah menyerahkan diri bagi Gereja untuk menguduskannya dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan,* perbaharuilah dan sucikanlah kiranya GerejaMu dengan pertobatan.
P: Guru yang baik, tunjukkanlah kepada kaum muda-mudi jalan yang telah Kautetapkan bagi mereka masing-masing,* agar mereka berani menempuhnya dan menjadi bahagia.
P: Engkau berbelaskasihan terhadap semua orang yang menderita, dan memberi pengharapan dan kesembuhan kepada orang-orang sakit,* bukalah hati kami untuk menghibur mereka.
P: Semoga kami ingat akan martabat yang kami terima dalam pembaptisan,* sehingga kami hidup bagiMu dengan setia.
P: Berilah damai dan kemuliaan kepada orang yang telah berpulang,* dan terimalah kami kelak bersama mereka dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Allah, Engkau menyuruh kami melakukan mati raga lahir untuk menyembuhkan batin kami. Bantulah kami melepaskan diri dari segala dosa, agar kami sanggup menunaikan tugas kebaktian kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santo Simplisius

Paus dan Martir

Kisah tentang Simplisius tidak banyak di ketahui. Tanggal kelahirannya pun tidak diketahui. Yang tercatat tentang dirinya ialah bahwa Simplisius diangkat menjadi Paus pada tanggal 3 Maret 468, dan memimpin gereja hingga kematiannya pada tanggal 10 Maret 483.

Selama masa kePausannya, Simplisius dengan gigih mempertahankan primasi Tahkta Suci di Roma dan menentang bidaah Monophysitisme yang berkembang pesat di belahan dunia Timur. Reaksinya diungkapkan dalam sebuah surat kecaman yang ditujukan kepada Kaisar Basiliscus dan Zeno. Kecuali itu, di dalam surat itu pun, Simplisius dengan keras mengecam penangkapan atas diri Patriakh Aleksandria oleh Petrus Mongus dan Timotius Ailurus, pengikut aliran sesat itu; juga ia mengecam penangkapan atas diri Uskup Antiokhia oleh Petrus Fullo, penyebar ajaran sesat lainnya.

Kemartiran Simplisius dituliskan oleh Ardo dari Vienne dalam bukunya tentang martir-martir Roma yang dibunuh karena imannya kepada Kristus.