‹ Semua renungan

Selasa, 3 Maret 2026

Noda Membandel

Setiap orang yang pernah mencuci baju tahu ada dua macam kotor. Debu yang hilang sekali kucek, dan noda yang membandel: kunyit, oli, getah. Direndam semalaman pun masih membekas. Akhirnya baju itu diturunkan pangkatnya menjadi baju kerja.

Yesaya memakai bahasa cucian untuk urusan hati: "Basuhlah, bersihkanlah dirimu." Lalu Tuhan menawarkan sesuatu yang tidak masuk akal bagi tukang cuci mana pun: sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. Kirmizi bukan noda biasa. Ia pewarna kain yang justru dirancang supaya tidak luntur. Artinya, dosa yang paling terpatri pun masih bisa diputihkan, bukan oleh kucekan kita, melainkan oleh belas kasih-Nya.

Tetapi ada syarat yang sering kita lompati: berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, belalah anak yatim dan janda. Pertobatan bukan hanya perasaan sesal, melainkan perubahan arah tangan. Dalam Injil, Yesus menegur para ahli Taurat yang pandai mengajar tetapi tidak melakukan. Kata-kata mereka bersih, hidup mereka tidak.

Prapaskah adalah musim mencuci. Bukan sekadar merendam diri dalam penyesalan, tetapi mengangkat tangan dari rendaman dan mulai berbuat baik kepada orang yang paling dekat.

Tuhan, noda dalam hatiku terlalu bandel untuk tanganku sendiri. Basuhlah aku, dan gerakkan tanganku untuk kebaikan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →