‹ Semua renungan

Senin, 5 Januari 2026

Mari dan Lihatlah

Setiap daerah punya stereotipnya. Orang kota ini dianggap pelit, orang kampung itu dianggap kasar. Kita mewarisi penilaian semacam itu tanpa pernah memeriksanya. Natanael pun begitu. Mendengar Mesias berasal dari Nazaret, ia menyahut sinis: mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?

Jawaban Filipus menarik. Ia tidak berdebat. Tidak menyodorkan bukti, tidak tersinggung. Ia hanya berkata: mari dan lihatlah. Tiga kata yang mengubah hidup Natanael.

Banyak perkara iman memang tidak bisa dimenangkan lewat adu argumen. Yang bisa kita lakukan seperti Filipus: mengajak orang datang dan melihat sendiri. Kesaksian hidup lebih kuat daripada seribu bantahan.

Dan lihatlah yang terjadi ketika Natanael datang. Yesus tidak menyindir sinismenya. Ia justru memuji: inilah orang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Lalu satu kalimat yang menembus: Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. Natanael runtuh. Ternyata ia sudah dikenal sebelum ia mengenal.

Itulah kabar baiknya: sebelum kita mencari Tuhan, Tuhan sudah lebih dulu memandang kita, di tempat yang kita kira tersembunyi. Surat Yohanes menegaskan arah yang sama: kasih bukan urusan perkataan atau lidah, melainkan perbuatan dan kebenaran.

Siapa yang perlu kita ajak pelan-pelan hari ini, bukan dengan debat, melainkan dengan mari dan lihatlah?

Tuhan, Engkau melihatku di bawah pohon araku sendiri. Jadikan hidupku ajakan, bukan bantahan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →