Senin, 5 Januari 2026

Senin II Natal

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 1 Yohanes 3:11-21

Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

Mazmur Tanggapan Mazmur 100:1-5

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil Yohanes 1:43-51

Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Renungan

Mari dan Lihatlah

Setiap daerah punya stereotipnya. Orang kota ini dianggap pelit, orang kampung itu dianggap kasar. Kita mewarisi penilaian semacam itu tanpa pernah memeriksanya. Natanael pun begitu. Mendengar Mesias berasal dari Nazaret, ia menyahut sinis: mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?

Jawaban Filipus menarik. Ia tidak berdebat. Tidak menyodorkan bukti, tidak tersinggung. Ia hanya berkata: mari dan lihatlah. Tiga kata yang mengubah hidup Natanael.

Banyak perkara iman memang tidak bisa dimenangkan lewat adu argumen. Yang bisa kita lakukan seperti Filipus: mengajak orang datang dan melihat sendiri. Kesaksian hidup lebih kuat daripada seribu bantahan.

Dan lihatlah yang terjadi ketika Natanael datang. Yesus tidak menyindir sinismenya. Ia justru memuji: inilah orang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Lalu satu kalimat yang menembus: Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. Natanael runtuh. Ternyata ia sudah dikenal sebelum ia mengenal.

Itulah kabar baiknya: sebelum kita mencari Tuhan, Tuhan sudah lebih dulu memandang kita, di tempat yang kita kira tersembunyi. Surat Yohanes menegaskan arah yang sama: kasih bukan urusan perkataan atau lidah, melainkan perbuatan dan kebenaran.

Siapa yang perlu kita ajak pelan-pelan hari ini, bukan dengan debat, melainkan dengan mari dan lihatlah?

Tuhan, Engkau melihatku di bawah pohon araku sendiri. Jadikan hidupku ajakan, bukan bantahan. Amin.

Invitatorium

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Peringatan Santo Yohanes Neumann, Uskup, Senin Sesudah Penampakan Tuhan

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Rajaku, Gembalaku,

Kebaikan-Mu tak pernah pudar.

Tak kurang suatu pun bagiku, jika aku milik-Mu,

dan Engkau milikku selamanya.

Di mana aliran air hidup mengalir,

jiwaku yang ditebus Kaupimpin;

dan di mana padang rumput hijau tumbuh,

dengan makanan surgawi Kaupelihara.

Sesat dan bodoh, sering aku tersesat,

namun dalam kasih Kau mencariku;

dan di bahu-Mu dengan lembut Kauletakkan,

dan pulang, dengan sukacita, Kau membawaku.

Dalam lembah gelap kematian tak kutakut bahaya,

bersama-Mu, Tuhan yang terkasih, di sisiku;

tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,

salib-Mu di depan membimbingku.

Kau menghidangkan meja di hadapanku;

rahmat urapan-Mu Kaucurahkan;

dan oh, betapa sukacita yang melimpah

dari cawan-Mu yang murni mengalir!

Maka sepanjang hari-hari,

kebaikan-Mu tak pernah pudar;

Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu

di dalam rumah-Mu selamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Mazmur 31:1-17, 20-25

Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah

Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.

Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.

Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,

dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.

Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,

benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,

sebab Engkaulah gunung batuku, bentengku.

Demi nama-Mu, pimpinlah aku dan bimbinglah aku.

Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan

sebab Engkaulah perlindunganku, Tuhan.

Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaku.

Engkaulah yang akan menebus aku, Tuhan.

Ya Allah kebenaran, Engkau membenci

mereka yang menyembah ilah-ilah palsu dan kosong.

Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:

biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.

Engkau telah melihat penderitaanku

dan memperhatikan kesesakan jiwaku,

tidak menyerahkan aku kepada musuh,

tetapi membebaskan kakiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,

sebab aku dalam kesesakan.

Air mata telah menghabiskan mataku,

tenggorokanku dan hatiku.

Sebab hidupku habis dalam kesedihan

dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.

Penderitaan telah menghancurkan kekuatanku

dan tulang-tulangku merana.

Di hadapan semua musuhku

aku menjadi celaan,

sasaran cemoohan bagi tetanggaku

dan ketakutan bagi teman-temanku.

Mereka yang melihatku di jalan

lari jauh dariku.

Aku seperti orang mati, terlupakan,

seperti barang yang dibuang.

Aku telah mendengar fitnah orang banyak,

ketakutan mengelilingiku,

ketika mereka bersekongkol melawanku,

ketika mereka berencana mengambil nyawaku.

Tetapi aku, aku percaya kepada-Mu, Tuhan,

aku berkata: “Engkaulah Allahku.

Hidupku ada di tangan-Mu,

bebaskanlah aku dari tangan mereka yang membenciku.

Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

III
Betapa besar kebaikan-Mu, Tuhan,

yang Kau simpan bagi mereka yang takut kepada-Mu,

yang Kau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu

di hadapan manusia.

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan hadirat-Mu

dari persekongkolan manusia:

Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu

dari lidah-lidah yang bertengkar.

Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku

keajaiban kasih-Nya

di kota yang berbenteng.

“Aku jauh dari pandangan-Mu,”

kataku dalam ketakutanku.

Namun Engkau mendengar suara permohonanku

ketika aku berseru minta tolong.

Cintailah Tuhan, hai semua orang kudus-Nya.

Ia menjaga orang-orang setia-Nya

tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya

mereka yang bertindak dengan kesombongan.

Kuatkanlah, biarlah hatimu berani,

hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau memberikan kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya kebaikan-Mu yang menyelamatkan di kota abadi.

Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

42:1-8

Hamba Allah yang lembut
Lihatlah hamba-Ku yang Kupegang,

orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan,

yang atasnya Kutaruh Roh-Ku;

ia akan menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

Ia tidak akan berteriak atau berseru,

suaranya tidak akan terdengar di jalan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan dipatahkannya,

dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya,

sampai ia menegakkan keadilan di bumi;

pulau-pulau menantikan pengajarannya.

Demikianlah firman Allah, Tuhan,

yang menciptakan langit dan membentangkannya,

yang menghamparkan bumi dengan tumbuh-tumbuhannya,

yang memberikan napas kepada penduduknya

dan roh kepada mereka yang berjalan di atasnya:

Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk kemenangan keadilan,

Aku telah memegang tanganmu;

Aku membentukmu, dan menetapkanmu

sebagai perjanjian bagi umat,

terang bagi bangsa-bangsa,

untuk membuka mata orang buta,

untuk mengeluarkan orang-orang tahanan dari penjara,

dan dari rumah tahanan, mereka yang hidup dalam kegelapan.

Akulah Tuhan, itulah nama-Ku;

kemuliaan-Ku tidak Kuberikan kepada yang lain,

pun pujian-Ku kepada berhala-berhala.

RESPONSORIUM Matius 12:18, 21 (Yesaya 42:1)

Inilah hamba-Ku yang Kupilih; kekasih-Ku yang kepadanya Aku berkenan.

Semua bangsa akan berharap kepada nama-Nya.
Roh-Ku akan tinggal padanya, dan ia akan mengajarkan kepada bangsa-bangsa arti keadilan.

Semua bangsa akan berharap kepada nama-Nya.
Bacaan Kedua

Dari surat kepada Kardinal Barnabo oleh Yohanes Neumann, Uskup

Aku telah bekerja dengan segenap kekuatanku untuk memenuhi tugas-tugas jabatanku
Memang, tampaknya aku telah terlalu lama menunda penulisan surat kepada Takhta Suci yang dijanjikan oleh Uskup Agung Baltimore atas nama konsili. Namun, penundaan ini bukan tanpa alasan. Sebab konsili baru saja selesai dan aku sedang membahas pembagian Keuskupan Philadelphia dan pemindahanku ke takhta baru dengan salah satu Bapa konsili, ketika Bapa tersebut mengisyaratkan kepadaku apakah hal itu lebih mungkin diharapkan, karena Takhta Suci berpikir bahwa aku akan mengundurkan diri dari keuskupan, atau ingin mengundurkan diri. Dengan cara yang sama ketika Uskup Agung Baltimore memberitahuku tentang penunjukan seorang koajutor, ia menambahkan bahwa jika aku tetap berkeinginan untuk mengundurkan diri, Takhta Suci akan mengizinkanku untuk memberikan gelar properti gerejawi kepada koajutor yang sama.
Aku tidak sedikit pun terganggu oleh ketakutan bahwa aku telah melakukan sesuatu yang begitu tidak menyenangkan Bapa Suci sehingga pengunduran diriku akan tampak diinginkan oleh-Nya. Jika demikian halnya, aku siap tanpa ragu-ragu untuk meninggalkan keuskupan. Aku telah memikul beban ini karena ketaatan, dan aku telah bekerja dengan segenap kekuatanku untuk memenuhi tugas-tugas jabatanku, dan dengan pertolongan Allah, seperti yang kuharapkan, tidak tanpa buah. Ketika urusan-urusan duniawi membebani pikiranku dan tampaknya bagiku bahwa karakterku kurang cocok untuk dunia Philadelphia yang sangat berbudaya, aku memberitahukan kepada sesama uskupku selama konsili Baltimore tahun 1858 bahwa menurutku tepat untuk meminta pemindahanku ke salah satu takhta yang akan didirikan (yaitu di Kota Pottsville atau di Wilmington, Carolina Utara). Tetapi untuk menyerah dari karier episkopal tidak pernah terlintas dalam pikiranku, meskipun aku menyadari ketidaklayakan dan ketidakmampuanku; karena keadaan belum sampai pada titik di mana aku memiliki satu atau dua alasan dari enam alasan mengapa seorang uskup dapat dengan aman meminta izin kepada Bapa Suci untuk mengundurkan diri. Sudah lama aku ragu apa yang harus dilakukan….
Meskipun koajutor saya telah mengusulkan kepadaku bahwa ia akan mengambil takhta baru jika didirikan, aku menganggapnya jauh lebih tepat dan aku telah meminta kepada para Bapa agar ia diangkat ke Takhta Philadelphia, karena ia jauh lebih diberkahi dengan kemudahan dan ketangkasan dalam hal administrasi hal-hal duniawi. Memang, aku jauh lebih terbiasa dengan pedesaan, dan akan dapat merawat orang-orang dan umat beriman yang tinggal di pegunungan, di tambang batu bara, dan di pertanian, karena aku akan berada di antara mereka.
Namun, jika Yang Mulia tidak berkenan untuk membagi keuskupan, aku memang siap untuk tetap dalam kondisi yang sama seperti sekarang, atau jika Allah mengilhami Yang Mulia untuk memberikan seluruh administrasi keuskupan kepada Yang Mulia James Wood, aku sama-sama siap untuk mengundurkan diri dari keuskupan dan pergi ke tempat di mana aku dapat lebih aman mempersiapkan diri untuk kematian dan untuk pertanggungjawaban yang harus diberikan kepada Keadilan Ilahi.
Aku tidak menginginkan apa pun selain memenuhi kehendak Bapa Suci, apa pun itu.

RESPONSORIUM Matius 25:21, 20

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan menyerahkan kepadamu perkara yang besar.

Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Tuhan, lima talenta Engkau berikan kepadaku, lihatlah, aku telah memperoleh lima talenta lagi.

Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang memanggil Uskup Santo Yohanes Neumann,

yang terkenal karena kasih dan pelayanan pastoralnya,

untuk menggembalakan umat-Mu di Amerika,

berilah, berkat perantaraannya,

agar kami, seraya memajukan pendidikan Kristiani kaum muda

dan dikuatkan oleh kesaksian kasih persaudaraan,

senantiasa memperbanyak keluarga Gereja-Mu.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bila kita mendambakan
Dan mencari Yesus Tuhan
Kita harus mengarahkan
Pandangan ke atas awan.

Lihatlah bintang mulia
Sungguh terang cahayanya
Tak pernah terlihat mata
Apa gerangan maknanya?

Itu tanda kelahiran
Almasih yang dinantikan
Marilah kita mencari
Menghaturkan hormat bakti.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*
demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*
bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*
karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*
aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*
di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*
dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+
dengan deru air terjun,*
demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,*
malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:
"Mengapa Engkau melupakan daku,*
mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?"

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*
karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Sir 36,1-7.13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*
curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*
agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,*
hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*
bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,*
nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*
kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,*
Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kotaMu yang kudus,*
Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,*
penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*
dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+
namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*
dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*
yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*
laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*
dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Bacaan Singkat (Yes 9,6)

Seorang anak di lahirkan untuk kita, seorang putera di anugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan ia dinamakan orang; penasihat ulung, raja perkasa, bapa abadi, pangeran perdamaian.

Lagu Singkat

P: Semua raja bumi* Bersujud kepadaNya. U: Semua. P: Semua bangsa mengabdi Dia. U: Bersujud. P: Kemuliaan. U: Semua.

Ant.Kidung: Dari timur datanglah para sarjana ke Betlehem untuk bersujud kepada Tuhan. Mereka membuka kotak masing-masing dan menyerahkan persembahan ,ereka: emas untuk menghormatiNya sebagai raja, dupa untuk memuliakanNya sebagai Allah, dan wangi-wangian untuk pemakamanNya, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Dari timur datanglah para sarjana ke Betlehem untuk bersujud kepada Tuhan. Mereka membuka kotak masing-masing dan menyerahkan persembahan ,ereka: emas untuk menghormatiNya sebagai raja, dupa untuk memuliakanNya sebagai Allah, dan wangi-wangian untuk pemakamanNya, alleluya.

Doa Permohonan

Seluruh bumi telah melihat Kristus, keselamatan yang datang dari Allah. Marilah kita mengumandangkan pujian kepadaNya serta berseru dengan hati gembira:
U: kemuliaan kepadaMu, ya Kristus Tuhan.
P: Penebus semua manusia, dengan kedatanganMu Engkau telah merombak tembok pemisah antara bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa lain,* semoga lenyaplah dari muka bumi setiap jenis diskriminasi yang melanggar martabat manusia.
P: Dengan penjelmaan dan kelahiranMu Engkau telah hadir di antara kami,* semoga kami sadar akan aneka ragam bentuk kehadiranMu di tengah Gereja dan umat manusia.
P: Engkau telah mewahyukan Allah sepenuhnya kepada manusia,* tunjukkanlah kepada kami untuk mematuhi sabdaMu dengan iman yang sejati dan kelakuan yang jujur.
P: Imanuel, Engkau telah membaharui segala-galanya,* semoga kami seluruhnya Kauperbaharui: hati, budi dan kelakuan

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, terangilah kami dengan cahaya Ilahi, agar kami dapat melintasi kegelapan hidup ini dan sampai kepada terangMu yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN II SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
keselamatanMu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*
sebab aku percaya pada firmanMu.

Jangan Kauambil firmanMu yang benar dari mulutku,*
sebab aku berharap pada ketetapanMu.

Selalu aku berpegang kepada hukumMu,*
selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*
sebab aku hanya ingin melakukan kehendakMu.

Aku akan berbicara tentang hukumMu,*
aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturanMu menjadi kesukaanku,*
yang sangat kucintai.

Kepada hukumMu kutadahkan tanganku,*
ketetapanMu kurenungkan.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*
Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*
Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkanNya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*
banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*
yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencanaMu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+
dan sangat mengagumkan,*
tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*
tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*
tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suaraMu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*
maka aku berkata kepadaMu:

"Sesuai dengan firmanMu aku datang,+
untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku,*
kesukaanku ialah hukumMu yang terukir dalam hatiku".

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaanMu,*
tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

KesetiaanMu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*
tetapi kebenaran dan pertolonganMu kuwartakan.

Kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan,*
di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahimanMu terhadapku,*
semoga kasih dan kesetiaanMu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*
dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*
sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*
Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*
semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolonganMu,*
berseru: "Agunglah Tuhan".

Sekalipun aku miskin dan malang,*
namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*
Allahku, jangan berlambat.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Bacaan singkat (Yer 32,40)

Aku akan mengikat perjanjian abadi dengan umatKu: Aku tidak akan berhenti berbuat baik terhadap mereka. Aku akan menanamkan perasaan takwa dalam hati mereka, sehingga mereka tidak lagi menjauhi Aku.

P: Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.
U: Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SENIN II SORE

Madah

Sarjana yang tulus hati
Sesudah susah mencari
Menemukan anak suci
Yesus penebus ilahi.

Tatkala di sungai Yordan
Yesus minta pembaptisan
Terdengar suara Bapa
Yang memperkenalkan Putra.

Dalam pesta pernikahan
Tugas Yesus dilambangkan
Mengubah dunia lama
Agar baru semuanya.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaamu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat (Lh. 2 Ptr 1,3-4)

Dengan kuasa Ilahi, Kristus telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang perlu untuk hidup saleh. Sebab Ia memperkenalkan Allah yang telah memanggil kita dengan kemuliaan dan kekuasaanNya. Maka Kristus menganugerahkan kepada kita kurnia agung dan luhur yang telah dijanjikan. Dengan demikian kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi, kita menjauhi pengaruh hawa nafsu yang membinasakan.

Lagu Singkat

P: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya. U: Sabda. P: Dan tinggal di antara kita. U: Alleluya. P: Kemuliaan. U: Sabda.

Mulai hari raya penampakkan Tuhan:

P: Dalam diri Kristus* Segala suku diberkati. U: Dalam. P: Semua bangsa meluhurkan Dia. U: Segala. P: Kemuliaan. U: Dalam.

Ant. Kidung: Alangkah gembira hati para sarjana melihat bintang itu. Mereka masuk ke dalam rumah dan mempersembahkan kepada Tuhan emas, dupa dan wangi-wangian.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Alangkah gembira hati para sarjana melihat bintang itu. Mereka masuk ke dalam rumah dan mempersembahkan kepada Tuhan emas, dupa dan wangi-wangian.

Doa Permohonan

Kristus telah mengunjungi kita untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. Marilah kita memuji dan berkata:
U: Kristus, fajar cemerlang, terangilah kami.
P: Kristus, Tuhan kami, dengan kedatanganMu Engkau melahirkan tubuhMu, yakni Gereja,* semoga umatMu tetap tumbuh dan berkembang dalam cinta kasih.
P: Engkau menatang langit dan bumi dalam genggamanMu,* semoga bangsa-bangsa dan para penguasa mengakui Engkau sebagai raja seluruh dunia.
P: Dalam penjelmaanMu, Engkau menjadi imam abadi dan pengantara kami,* semoga para imam sanggup menyampaikan keselamatanMu kepada semua insan.
P: Putera Allah, dalam rahim perawan Maria Engkau mengikat diri kepada umat manusia,* berkatilah para perawan suci yang telah mengikat diri kepadaMu.
P: Engkau telah menjadi manusia lemah dan menghancurkan kematian dengan wafatMu,* pindahkanlah nyawa setiap orang dari kematian kepada kehidupan kekal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Bapa surgawi, hari ini Engkau menampakkan PuteraMu kepada para bangsa dengan bimbingan bintang. Kamipun mengenal Engkau dengan iman, dan kami mohon semoga kami kelak dapat memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Beato Yohanes Nepomuk Neumann

Uskup

Yohanes Nepomuk Neumann lahir tanggal 28 Maret 1811 di desa Prachatitz, Bohemia. Ia belajar di Prachatitz dan Budweis. Cara hidup keluarga yang saleh dan taat agama membuat dia tertarik pada cara hidup seorang imam. Untuk mencapai cita - cita imamat itu, ia masuk seminari Diosesan di Budweis pada tahun 1831. Selama belajar di Seminari Budweis, ia rajin membaca laporan - laporan karya para misionaris Austria di Amerika Serikat. Lama kelamaan dalam hatinya timbul keinginan untuk berkarya di Amerika seperti misionaris - misionaris itu.

Untuk maksud itu ia pindah dari Seminari Budweis ke Fakultas Teologi Universitas Praha pada tahun 1833. Demi keberhasilan studinya dan karyanya nanti, ia dengan tekun mempelajari bahasa Prancis dan Inggris. Pendidikan di Universitas Praha diselesaikan dengan gemilang pada tahun 1835. Pada waktu itu dioses Budweis memiliki banyak imam. Maka dari itu, ia tidak mau segera menjadi imam setelah menyelesaikan studi teologinya. Ia sendiri terus belajar dirumah sambil menanti saat pentabhisannya. Ketika mendapat panggilan untuk berkarya di Amerika, ia segera berangkat tanpa menunggu hari tabhisannya di tanah air. Ia tiba di New York pada bulan Juni 1836 dan ditabhiskan menjadi imam pada tanggal 25 Juni 1836 oleh Yohanes Dubois, Uskup New York. Ia ditempatkan di Buffalo dan melayani umat di North Bush (sekarang Kenmore), Williamville, Lancaster, dan beberapa wilayah lainnya di Buffalo.

Pada tahun 1840, ia memutuskan untuk menjadi seorang imam dalam serikat Redemptoris. Ia diterima dalam serikat itu pada bulan Januari 1842 dan ditempatkan di gereja Santo Yakobus Baltimore sampai Maret 1844. Usaha - usahanya memajukan gereja membuat namanya terkenal luas di kalangan para imam dan umat.

Pada bulan Maret 1852 ia diangkat menjadi Uskup Philadelphia oleh Sri Paus IX. Tugas kegembalaan dijalankannya dengan penuh semangat. Secara teratur ia mengunjungi semua Paroki untuk mendorong para iman dan kaum awam dalam usaha penyebaran Injil dan perkembangan Gereja. Selama masa kepemimpinannya, lebih dari 80 gereja dibangun; jumlah sekolah ditingkatkan; dan sebuah seminari didirikan di Glen Ridle; lima tarekat religius untuk wanita dan tiga untuk pria dipekerjakan dalam diosesnya; pembangunan katedral Santo Petrus dan Paulus di Logan Square, Philadelphia selesai; ia mendirikan sebuah cabang baru dari Ordo Ketiga Santo Fransiskan bagi para suster. Selain itu, Uskup Neumann mengadakan tiga kali sinode untuk para imamnya, membantu penyusunan dan pemakluman dogma tentang perkandungan Maria tanpa dosa asal di Roma pada tahun 1854.

Uskup Neumann meninggal dunia di Philadelphia pada 5 januari 1860. Proses beatifikasi dirinya dimulai pada tahun 1886. Pada tanggal 13 Oktober 1963, ia dinyatakan Beato oleh Sri Paus Paulus VI (1963-1978).

Santo Simeon Stylites Tua

Pertapa

Simeon Stylites Tua lahir di Silicia pada tahun 390. Ia tinggal bersama orang tuanya didaerah pinggiran kota Syria. Ketika menanjak remaja, kira - kira pada tahun 402, ia menjalani kehidupan membiara di sebuah biara pertapaan tidak jauh dari kampung halamannya.

Meski masih berusia muda, ia tidak merasa berat dengan praktek askese yang berlaku di gereja itu. Ia bahkan menjalankan sebuah bentuk askese yang lebih berat daripada yang diprakekkan oleh rekan - rekannya. Oleh karena praktek askesenya tampak sangat keras, maka pemimpin biara mengeluarkan dia dari biara itu. Keputusan pahit ini dimaksudkan agar rekan - rekannya tidak terpengaruh oleh praktek askese buatan Simeon itu.

Simeon meninggalkan biara pertapaan itu dan pergi ke sebuah Biara yang terletak di gunung Telanisse. Setelah 3 tahun berada di biara itu, ia memutuskan pindah ke puncak gunung itu. Disana pada tahun 423, ia mendirikan sederetan tiang sebagai tempat tinggalnya. Di atas tiang - tiang itu, ia menjalankan askesenya hingga saat kematiannya.

Banyak orang datang padanya untuk meminta bimbingan rohani dan mendengarkan kotbah serta pengajarannya. Tak terkecuali Kaisar dan para Patriark. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 September 459 di atas puncak gunung Telanisse.