‹ Semua renungan

Selasa, 6 Januari 2026

Berani Bertanya

Ada orang yang rela berputar-putar satu jam karena gengsi bertanya arah. Mengaku tahu jalan padahal tersesat. Bertanya memang terasa seperti mengaku kalah: aku tidak tahu.

Para majus tidak punya gengsi semacam itu. Mereka orang terpelajar, ahli membaca langit, datang dari jauh. Tetapi begitu tiba di Yerusalem dan kehilangan jejak, mereka bertanya-tanya ke sana kemari: di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Orang-orang besar itu tidak malu tampak tidak tahu.

Justru di situ letak keselamatan mereka. Karena bertanya, mereka mendapat jawaban dari Kitab Suci: di Betlehem. Ilmu bintang mereka hanya mengantar sampai Yerusalem; sisa jalannya harus ditanyakan. Pencari Tuhan yang sejati tahu batas ilmunya sendiri.

Kita sering sebaliknya. Dalam urusan iman kita malu bertanya. Bertahun-tahun menyimpan kebingungan yang sama, tidak pernah menanyakannya kepada siapa pun. Takut dianggap bodoh, takut dianggap kurang beriman. Padahal peribahasa lama sudah mengingatkan: malu bertanya sesat di jalan. Di jalan menuju Betlehem pun peribahasa itu berlaku.

Pertanyaan yang jujur bukan tanda iman yang lemah. Ia tanda orang masih berjalan. Yang berbahaya bukan orang yang bertanya, melainkan orang yang berhenti bertanya karena merasa sudah tahu segalanya.

Apa pertanyaan iman yang selama ini kita pendam?

Tuhan, beri aku kerendahan hati para majus: berani berjalan jauh dan berani bertanya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →