‹ Semua renungan

Rabu, 19 November 2031

Disimpan dalam Sapu Tangan

Kemarin kita bertemu orang-orang yang berani mempertaruhkan nyawa demi kesetiaan. Hari ini Yesus bercerita tentang orang yang justru tidak berani apa-apa. Seorang tuan memberi hamba-hambanya masing-masing sejumlah uang, lalu berkata, pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.

Dua hamba pertama memutar uang itu dan menghasilkan lipat ganda. Tetapi yang ketiga membungkus uangnya dalam sapu tangan dan menyimpannya. Ketika ditanya, alasannya jujur: aku takut akan tuan, karena tuan orang yang keras. Bukan karena ia mencuri, bukan karena ia malas. Ia hanya takut, lalu memilih tidak melakukan apa-apa.

Di sinilah letak kejutannya. Yang dihukum tuan bukan hamba yang gagal berdagang atau rugi. Yang dihukum adalah hamba yang tidak pernah mencoba. Ketakutan membuatnya membekukan pemberian tuannya, menyembunyikannya rapat-rapat supaya aman, dan justru itulah yang membuat pemberian itu sia-sia.

Kita pun sering begitu. Ada karunia yang Tuhan titipkan: bakat, waktu, kesempatan berbuat baik. Karena takut gagal, takut ditolak, takut repot, kita membungkusnya dalam sapu tangan dan menyimpannya. Kita merasa aman karena tidak berbuat salah. Padahal tidak berbuat apa-apa itu sendiri sudah sebuah kesalahan.

Adakah karunia yang selama ini kusimpan rapat karena takut, padahal dititipkan untuk dipakai?

Tuhan, lepaskanlah aku dari ketakutan yang membekukan. Berilah aku keberanian memakai setiap karunia yang Kautitipkan, bukan menyembunyikannya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →