‹ Semua renungan

Selasa, 18 November 2031

Terlalu Tua untuk Berpura-pura

Kemarin orang buta di Yerikho memohon supaya dapat melihat. Hari ini pertanyaannya dibalik: apa yang orang lain lihat ketika mereka memandang kita? Seorang tua bernama Eleazar sangat memikirkan hal itu.

Eleazar sudah berumur sembilan puluh tahun, seorang ahli Taurat yang dihormati. Ketika dipaksa makan daging babi yang haram, teman-teman lamanya menawarkan jalan tengah yang licik: pura-pura saja makan daging yang diizinkan, supaya selamat, sambil menjaga persahabatan lama. Tidak ada yang akan tahu. Nyawanya terselamatkan, dan semua senang.

Tetapi Eleazar menolak. Alasannya bukan gengsi, melainkan justru karena ia memikirkan orang muda. Kalau aku berpura-pura, katanya, banyak pemuda akan tersesat, mengira Eleazar yang setua ini pun beralih ke tata cara asing. Ia terlalu tua untuk berpura-pura, sebab tahu bahwa hidupnya sedang ditonton, dan pura-puranya bisa menjatuhkan banyak orang lain.

Bandingkan dengan Zakheus dalam Injil. Ia justru berhenti berpura-pura. Di depan umum ia mengaku, setengah hartaku kuberikan kepada orang miskin, dan yang kuperas kukembalikan empat kali lipat. Yang satu memilih mati daripada memalsukan hidupnya; yang lain memilih jujur daripada terus menyembunyikan dosanya. Keduanya sama-sama berhenti berpura-pura.

Sebab kita ini memang selalu ditonton, entah oleh anak-anak, entah oleh orang yang imannya belajar dari kita. Adakah kepura-puraan kecil yang sedang kupelihara, yang diam-diam mengajari orang lain bahwa iman boleh dipalsukan?

Tuhan, berilah aku keberanian Eleazar dan kejujuran Zakheus, supaya hidupku tidak menyesatkan siapa pun yang memandangku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →