Sabtu, 18 Oktober 2031
Yang Tinggal Ketika yang Lain Pergi
Dengarlah keluhan Paulus dari penjara: Demas pergi karena mencintai dunia, Kreskes ke Galatia, Titus ke Dalmatia, bahkan pada pembelaan pertama semua orang meninggalkannya. Lalu muncul satu kalimat pendek yang hangat di tengah daftar dingin itu: 'Hanya Lukas yang tinggal dengan aku.'
Hari ini pesta Santo Lukas, dan barangkali kalimat itulah potret dirinya yang paling jujur. Lukas seorang tabib. Ia tahu bahwa yang paling dibutuhkan orang sakit dan orang terpenjara bukan kata-kata hebat, melainkan kehadiran yang tidak pergi-pergi. Semua orang datang saat pesta; tabib datang saat sakit.
Injil yang ditulisnya pun beraroma sama. Dialah yang merekam kisah orang Samaria yang murah hati, anak yang hilang, pemungut cukai yang dibenarkan. Injil yang penuh belas kasihan, ditulis oleh tangan yang terbiasa memegangi orang sakit.
Dalam Injil hari ini Yesus mengeluh: tuaian banyak, pekerja sedikit. Barangkali yang paling langka bukan pengkhotbah, melainkan orang yang mau tinggal. Menunggui yang sakit. Menemani yang sendirian. Setia saat tidak ada tepuk tangan. Bagi siapa aku bisa menjadi Lukas yang tinggal, hari ini?
Tuhan, jadikan aku sahabat yang tinggal, bukan yang pergi ketika keadaan menjadi sulit. Amin.