‹ Semua renungan

Jumat, 17 Oktober 2031

Lima Ekor Dua Duit

Di pasar burung, harga menentukan perlakuan. Burung mahal ditaruh di sangkar ukir, burung murah digantung berdesakan. Burung pipit pada zaman Yesus lebih murah lagi: lima ekor dua duit, semacam bonus dagangan.

Sesudah deretan kata celaka yang keras kemarin, hari ini Yesus berbalik kepada para murid dengan suara lembut, dan justru makhluk termurah itulah yang Ia pakai: 'Tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.' Allah yang mengingat burung pipit tidak mungkin melupakan kita. Karena itu, kata Yesus, jangan takut.

Kalimat itu bukan hiasan. Yesus sedang berbicara tentang ancaman sungguhan: mereka yang dapat membunuh tubuh. Hari ini kita mengenang Santo Ignasius dari Antiokhia, uskup yang digiring ke Roma untuk diterkam binatang buas. Dalam suratnya ia menyebut diri gandum Allah yang siap digiling menjadi roti murni. Kata martir sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti saksi. Ia tidak mencari kematian; ia hanya tidak membiarkan ketakutan menyunting kesaksiannya.

Kita jarang diancam binatang buas. Ancaman kita lebih halus: takut dicibir, takut rugi, takut kehilangan posisi. Ketakutan mana yang selama ini membuat imanku bersuara pelan?

Tuhan, Engkau menghitung rambut di kepalaku. Usirlah ketakutan yang membungkam kesaksianku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →