‹ Semua renungan

Rabu, 27 Agustus 2031

Doa yang Lama Dijawab

Tidak semua doa dijawab cepat. Ada doa yang kita panjatkan bertahun-tahun, sampai kita hampir lelah menghitung. Santa Monika, yang kita kenang hari ini, mendoakan pertobatan anaknya hampir tiga puluh tahun lamanya. Anak itu, Agustinus, bertahun-tahun hidup jauh dari Tuhan sebelum akhirnya berbalik dan menjadi salah satu guru terbesar Gereja.

Bayangkan kesetiaan seorang ibu yang berdoa selama itu tanpa melihat hasilnya. Menangis diam-diam, mengikuti anaknya dari kota ke kota, tetap percaya ketika semua tanda menyuruhnya menyerah. Ia tidak tahu doanya akan dijawab. Ia hanya terus berdoa.

Paulus dalam bacaan pertama menggambarkan pelayanannya dengan bahasa orang tua. "Seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang." Ada kelembutan seorang bapak dan kesabaran seorang ibu di situ. Mengasuh jiwa memang mirip mengasuh anak. Butuh waktu panjang, dan sering tanpa jaminan.

Kita hidup di zaman yang tak sabar menunggu. Kita ingin doa dijawab secepat pesanan datang. Monika mengajarkan iman yang lain, iman yang sanggup menabur dalam gelap dan menunggu bertahun-tahun sampai benihnya tumbuh. Kesetiaannya lebih panjang daripada keraguannya.

Barangkali ada orang yang sudah lama kita doakan, yang belum juga berubah. Anak, pasangan, saudara, sahabat. Monika berbisik kepada kita hari ini, jangan berhenti. Adakah satu nama yang perlu kubawa lagi dalam doa hari ini, meski sudah lama tampak tak berubah?

Tuhan, beri aku kesetiaan seorang ibu yang berdoa bertahun-tahun tanpa lelah. Kuatkan aku menunggu jawaban-Mu dalam gelap, percaya bahwa Engkau mendengar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →