Senin, 25 Agustus 2031
Bukan dengan Kata-kata Saja
Ada iman yang bisa kita dengar bukan dari mulut seseorang, melainkan dari cara ia hidup. Kita pernah bertemu orang seperti itu. Ia jarang berkhotbah, tetapi kehadirannya sendiri membuat kita ingin jadi lebih baik. Imannya terdengar tanpa banyak kata.
Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika akan hal itu. "Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh." Ia menambahkan, umat itu "berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup." Iman mereka bukan sekadar diucapkan, melainkan mengubah arah hidup.
Kabar tentang iman mereka pun tersiar ke mana-mana tanpa perlu diiklankan. "Kami tidak usah mengatakan apa-apa," tulis Paulus. Hidup mereka sudah bicara sendiri. Iman yang sungguh punya suaranya sendiri, dan suara itu adalah perbuatan.
Injil hari ini menunjukkan kebalikannya. Yesus mengecam mereka yang "mengajarkannya tetapi tidak melakukannya," yang kata-katanya banyak tetapi hidupnya tak sejalan. Kata tanpa perbuatan berakhir jadi kemunafikan. Perbuatan yang lahir dari iman jadi kesaksian.
Ini pertanyaan yang tak nyaman. Kalau iman kita hanya diukur dari kata-kata kita, mungkin sudah cukup ramai. Tetapi kalau diukur dari hidup kita, apakah masih terdengar? Adakah satu orang yang bisa mengenali Kristus bukan dari ceramahku, melainkan dari caraku memperlakukan dia hari ini?
Tuhan, jangan biarkan imanku berhenti di kata-kata. Biar hidupku sendiri yang memberitakan Engkau, tanpa aku perlu banyak bicara. Amin.