‹ Semua renungan

Selasa, 19 Agustus 2031

Lubang Jarum

Bendera pertama Republik ini dijahit dengan tangan. Di hari-hari menjelang proklamasi, seorang perempuan bernama Fatmawati menjahit dua potong kain, merah dan putih, menjadi Sang Saka. Jarum menembus kain, benang ditarik pelan-pelan, helai demi helai. Dari benda sederhana itu lahir lambang sebuah bangsa.

Aku teringat jahit-menjahit itu membaca Injil hari ini, sebab di dalamnya Yesus menyebut sebuah jarum. "Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Gambar yang mustahil. Binatang paling besar dicoba dimasukkan lewat lubang paling kecil. Para murid pun gempar dan bertanya, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

Jawaban Yesus adalah jantung renungan hari kemerdekaan ini. "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Ada hal-hal yang dari ukuran manusia sama sekali tak masuk akal, tetapi terjadi karena Allah turun tangan.

Bukankah kemerdekaan bangsa ini pun semacam unta yang lewat lubang jarum? Sekumpulan rakyat yang kurang senjata, terpecah dalam ratusan suku dan bahasa, dijajah berabad lamanya, entah bagaimana berdiri sebagai satu bangsa merdeka. Kalau dihitung dengan akal, itu mustahil. Tetapi yang mustahil itu terjadi. Kita hari ini adalah buktinya, berdiri di negeri yang menurut hitungan tak seharusnya ada.

Maka syukur kemerdekaan sebaiknya menjauhkan kita dari dua hal. Dari kesombongan, seakan ini semata hasil kehebatan kita sendiri. Dan dari putus asa, seakan persoalan bangsa yang sekarang terlalu besar untuk diselesaikan. Kalau Allah pernah memasukkan unta lewat lubang jarum sekali, Ia bisa melakukannya lagi.

Yesus melanjutkan dengan janji kepada mereka yang berani melepaskan. "Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya, ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat." Para pendiri bangsa mengerti bahasa ini. Mereka melepaskan rumah, kenyamanan, bahkan nyawa, dan yang mereka tinggalkan itu berbuah menjadi tanah air bagi jutaan orang yang tak mereka kenal.

Jarum Fatmawati dan lubang jarum Yesus bertemu di satu titik. Hal-hal besar lahir dari yang kecil dan tampak mustahil, asal ada tangan yang mau bekerja dan hati yang percaya. Di negeri yang sudah merdeka ini, adakah unta dalam hidupku, persoalan yang kuanggap mustahil, yang belum kuserahkan kepada Allah yang membuat segala sesuatu mungkin?

Tuhan, Engkau memasukkan unta lewat lubang jarum dan menjadikan bangsa dari yang mustahil. Kami serahkan persoalan yang terlalu besar bagi kami, dan kami syukuri kemerdekaan yang Kaukaruniakan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →