‹ Semua renungan

Senin, 18 Agustus 2031

Lingkaran yang Sama

Ada kesalahan yang tidak kita buat sekali, lalu selesai. Kita mengulanginya. Berhenti sebentar, menyesal, lalu pelan-pelan kembali ke lubang yang sama. Kitab Hakim-Hakim seperti cermin besar dari pola itu.

Bacaan hari ini menggambarkan sebuah lingkaran yang terus berputar. Israel melupakan Tuhan dan menyembah ilah lain. Lalu mereka tertindas. Dalam kesesakan mereka berseru, dan Tuhan yang berbelas kasihan membangkitkan seorang hakim untuk menyelamatkan mereka. Selama hakim itu hidup, mereka setia. Tetapi begitu ia mati, "kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka." Dan lingkaran itu berputar lagi dari awal.

Yang paling menyedihkan bukan bahwa mereka jatuh, melainkan bahwa mereka jatuh berulang-ulang ke tempat yang sama. Sudah pernah merasakan pahitnya, sudah pernah diselamatkan, tetapi tetap kembali. Seolah pelajaran itu tak pernah benar-benar menempel.

Kita mengenal lingkaran ini dari dekat. Kebiasaan buruk yang berkali-kali kita tinggalkan dan berkali-kali kita datangi lagi. Dosa yang sama yang kita bawa ke pengakuan, tahun demi tahun. Kadang kita nyaris putus asa pada diri sendiri.

Tetapi perhatikan satu hal dalam bacaan itu. Setiap kali umat berseru, Tuhan "berbelas kasihan mendengar rintihan mereka." Ia tidak pernah bosan mengulurkan hakim, meski umat-Nya tidak pernah kapok. Kesabaran-Nya lebih panjang daripada kekeraskepalaan kita. Di titik mana dalam hidupku aku terus berputar kembali, dan beranikah aku berseru sekali lagi kepada Dia yang tak pernah bosan menyelamatkan?

Tuhan, Engkau tahu lingkaran yang selalu kudatangi lagi. Putuskan lingkaran itu dengan rahmat-Mu, dan jangan biarkan aku malu berseru kepada-Mu berulang-ulang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →