‹ Semua renungan

Sabtu, 16 Agustus 2031

Batu yang Mendengar

Di banyak kampung masih ada batu tua yang dihormati orang. Batu peringatan, tempat dulu leluhur mengucap janji atau membuat perjanjian. Orang lewat sambil sedikit menunduk. Batu itu bisu, tetapi seolah menyimpan ingatan yang tak berani dilupakan orang.

Yosua melakukan sesuatu yang mirip di akhir hidupnya. Ia mengumpulkan seluruh bangsa dan menantang mereka memilih, "Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah." Dan ia menegaskan sikapnya sendiri, "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN." Iman baginya bukan warisan yang otomatis, melainkan pilihan yang harus diambil, hari ini, oleh setiap rumah tangga.

Bangsa itu menjawab mantap, "Hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah." Lalu Yosua melakukan hal yang aneh. Ia mengambil sebuah batu besar dan mendirikannya, sambil berkata, "Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN."

Sebuah batu jadi saksi. Yosua tahu betapa mudah manusia lupa pada janjinya sendiri. Hari ini bersemangat, tahun depan sudah dingin. Maka ia menaruh benda bisu yang akan tetap berdiri di sana, mengingatkan, ketika semangat sudah surut.

Kita pun butuh batu-batu semacam itu. Tanda yang mengingatkan pada janji yang pernah kita ucapkan. Cincin perkawinan, salib di dinding, tanggal pembaptisan. Benda-benda kecil yang seakan berkata, kau pernah berjanji. Adakah janji kepada Tuhan yang mulai kulupakan, dan batu apa yang bisa mengingatkanku kembali?

Tuhan, ketika semangatku surut dan janjiku mulai kulupakan, hadirkan tanda yang mengingatkan. Jadikan aku dan seisi rumahku setia beribadah kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →