‹ Semua renungan

Kamis, 14 Agustus 2031

Sepuluh Ribu Talenta

Kemarin Yesus berkata bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, di situ Ia hadir. Hari ini Ia melanjutkan dengan pertanyaan Petrus, "Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku? Sampai tujuh kali?" Jawaban Yesus melampaui hitungan, "Tujuh puluh kali tujuh kali." Artinya, berhentilah menghitung.

Lalu datang perumpamaan yang tajam. Seorang hamba berutang sepuluh ribu talenta kepada rajanya. Itu jumlah yang mustahil dilunasi, utang yang lebih besar dari seluruh hidupnya. Dan raja itu, tergerak oleh belas kasihan, menghapus semuanya. Bukan mengangsur, bukan mengurangi. Menghapus habis.

Hamba yang sama, keluar dari ruangan itu, bertemu kawan yang berutang seratus dinar kepadanya. Recehan dibanding yang tadi diampuni. Ia mencekik kawannya dan menyeretnya ke penjara. Ia lupa berapa besar yang baru saja dihapuskan dari pundaknya.

Di situlah cermin kita. Kita marah keras pada utang kecil orang lain kepada kita, sambil lupa betapa besar yang sudah Tuhan hapuskan dari diri kita. Hitungan kita tajam untuk kesalahan orang, tumpul untuk rahmat yang kita terima.

Hari ini Gereja mengenang Santo Maksimilianus Maria Kolbe, imam yang di kamp Auschwitz mengajukan diri menggantikan seorang asing yang dijatuhi hukuman mati. Ia melangkah masuk ke dalam utang maut orang lain, dan melunasinya dengan nyawanya. Ampun yang ia terima dari Kristus, ia teruskan sampai batas terjauh. Adakah utang kecil yang masih kucekik, padahal utangku sendiri sudah dihapus?

Tuhan, ingatkan aku terus-menerus betapa besar yang telah Kauhapuskan dariku. Supaya tanganku yang diampuni tak sampai mencekik sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →