‹ Semua renungan

Senin, 11 Agustus 2031

Sebab Kamu Dahulu Orang Asing

Setiap orang yang pernah merantau tahu rasanya jadi orang asing. Datang ke kota yang belum mengenalmu, bicara dengan logat yang beda, mencari kamar dan pekerjaan sambil menahan rindu rumah. Dan ia tak akan lupa siapa saja yang dulu bersikap baik ketika ia belum jadi siapa-siapa.

Musa mengingatkan Israel akan siapa Tuhan mereka. Ia menggambarkan Allah yang besar dan dahsyat, "yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap." Tetapi lihat apa yang segera menyusul. Allah yang mahabesar itu digambarkan sebagai yang "membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian."

Menarik bahwa keagungan Allah justru ditunjukkan lewat keberpihakan-Nya kepada yang lemah. Bukan lewat kemegahan, melainkan lewat perhatian kepada janda, yatim, dan pendatang. Yang paling berkuasa memilih membela yang paling tak berdaya.

Lalu perintahnya menyusul dengan alasan yang menyentuh. "Haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir." Ingatlah rasanya terasing dulu, kata Tuhan, lalu perlakukan pendatang dengan rasa itu.

Santa Klara meninggalkan kekayaan keluarganya dan memilih hidup miskin bersama para saudarinya. Ia mengerti bahwa dekat dengan yang kekurangan adalah dekat dengan hati Allah. Di sekitar kita selalu ada orang asing, perantau, yang baru, yang canggung. Adakah satu di antara mereka yang bisa kusapa hari ini, mengingat aku pun pernah jadi orang baru?

Tuhan, Engkau membela yang lemah dan mengasihi pendatang. Ingatkan aku akan saat-saat aku terasing dulu, supaya aku ramah kepada mereka yang kini merasa asing. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →