‹ Semua renungan

Sabtu, 9 Agustus 2031

Sambil Duduk, Sambil Berjalan

Iman jarang diwariskan lewat ceramah besar. Lebih sering ia menular lewat hal-hal kecil yang berulang. Doa sebelum makan. Tanda salib waktu lewat gereja. Gumaman ibu ketika menidurkan anak. Barang-barang kecil yang tak tercatat, tetapi diam-diam membentuk.

Musa memberi Israel perintah yang sangat terkenal. "Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu." Tetapi perhatikan bagaimana ia menyuruh perintah itu diajarkan. Bukan dengan mengirim anak ke sekolah khusus, melainkan "apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." Empat waktu yang paling biasa dalam sehari. Iman dititipkan di sela-sela hidup, bukan di acara khusus.

Bahkan disuruh ditulis di tiang pintu rumah, supaya setiap kali keluar-masuk, mata tersentuh oleh nama Tuhan. Iman yang menempel di ambang pintu, bukan yang disimpan di lemari untuk hari raya saja.

Injil hari ini menaruh gambar yang sejalan. Iman sebesar biji sesawi, benih terkecil, sanggup memindahkan gunung. Yang kecil dan konsisten ternyata lebih kuat daripada yang besar tetapi sekali-sekali.

Barangkali itu yang perlu kita periksa. Kita menunggu momen iman yang besar dan dramatis. Padahal Tuhan minta ditemani di jam-jam yang biasa. Sudahkah aku menyapa Dia hari ini sambil duduk, sambil berjalan, sambil berbaring dan bangun?

Tuhan, jangan biarkan aku menyimpan Engkau hanya untuk hari besar. Tinggallah di jam-jamku yang paling biasa, di ambang pintu keluar-masukku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →