Jumat, 8 Agustus 2031
Kata yang Belum Dimengerti
Kadang kita menyimpan sesuatu yang belum kita mengerti, sekadar karena kita tahu itu penting. Sepenggal nasihat orang tua yang baru terasa maknanya bertahun kemudian. Sepatah kata yang kita bawa dulu, sebelum sempat memahaminya.
Tiga murid turun dari gunung setelah menyaksikan Yesus berubah rupa, pakaian-Nya putih berkilat, "tidak ada seorang pun di dunia yang dapat mengelantang seperti itu." Yesus berpesan agar mereka belum menceritakannya kepada siapa pun, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Lalu Markus mencatat satu kalimat yang jujur. Mereka memegang pesan itu, "sambil mempersoalkan apa yang dimaksud dengan bangkit dari antara orang mati."
Mereka belum paham. Tetapi mereka tetap memegangnya. Tidak dibuang hanya karena belum masuk akal. Disimpan dulu, ditunggu, sampai suatu hari Paskah membuat semuanya jelas.
Iman sering bekerja begitu. Ada bagian yang belum kita pahami. Ajaran yang terasa berat, penderitaan yang tak kita mengerti maksudnya, doa yang belum terjawab. Godaannya adalah membuang yang belum kita pahami. Padahal kadang kita hanya diminta memegangnya dulu, dengan sabar, sampai terangnya datang.
Santo Dominikus mendirikan Ordo Pengkhotbah karena percaya bahwa firman perlu direnungkan lama sebelum dibagikan. Ia tahu, sabda kadang harus dierami dulu di hati. Adakah satu kata dari Tuhan yang belum kumengerti, yang jangan-jangan sedang menunggu kusimpan dengan sabar, bukan kubuang?
Tuhan, beri aku kesabaran memegang hal-hal yang belum kupahami. Percaya bahwa terang-Mu akan datang pada waktunya, seperti pagi Paskah. Amin.