Sabtu, 2 Agustus 2031
Sangkakala Pembebasan
Setiap masyarakat lama-lama menumpuk ketimpangan. Yang kuat makin banyak tanahnya, yang lemah makin terjepit utangnya. Itu seperti hukum alam yang berjalan diam-diam. Israel diberi satu perintah aneh untuk melawannya. Tahun Yobel.
Setiap lima puluh tahun sangkakala ditiup di seluruh negeri. Utang dibebaskan. Tanah yang terpaksa dijual dikembalikan kepada keluarga asalnya. Setiap orang boleh pulang ke tanah miliknya. Kata Yobel sendiri berasal dari bunyi tanduk domba yang ditiup, sangkakala pembebasan itu. Sebuah bangsa yang secara berkala menolak membiarkan jurang antara si kaya dan si miskin menganga selamanya.
Di baliknya ada satu keyakinan sederhana. Tanah ini bukan milik kita. "Sebab Akulah TUHAN, Allahmu." Kita hanya penyewa yang menggarap sebentar. Maka tak seorang pun boleh dimiskinkan untuk selamanya, dan tak seorang pun boleh menumpuk tanpa batas.
Kita mungkin tak punya tahun Yobel. Tetapi kita punya hati yang bisa memilih membebaskan. Ada utang yang bisa kita relakan. Ada dendam lama yang bisa kita lepaskan. Adakah satu beban yang sudah waktunya kita bebaskan hari ini, entah dari orang lain, entah dari diri kita sendiri?
Tuhan, ajarilah aku memandang segala yang kupunya sebagai titipan, bukan milik mutlak. Berilah aku hati yang berani membebaskan. Amin.