Sabtu, 5 Juli 2031
Percaya pada yang Tak Terlihat
Kita percaya kepada banyak hal yang tidak pernah kita lihat. Angin tidak kelihatan, tetapi kita percaya saat daun bergoyang. Gaya tarik bumi tak tampak, tetapi tidak seorang pun ragu melangkah. Bahkan kasih seorang ibu tidak bisa difoto, namun tidak ada anak yang menuntut buktinya.
Maka aneh kalau soal Tuhan kita mendadak menuntut yang kasatmata. Tomas berkata: sebelum melihat dan mencucukkan jari, sekali-kali aku tidak akan percaya. Yesus mengabulkannya, tetapi kemudian menoleh melampaui dia, kepada kita: "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Kalimat itu ditujukan kepada semua orang yang lahir sesudah Paskah. Kita tidak pernah menjamah lambung-Nya. Kita tidak berdiri di ruang terkunci itu. Namun kepada kita justru dijanjikan bahagia.
Iman memang bukan berarti tidak butuh alasan. Iman berarti percaya kepada Pribadi yang layak dipercaya, meski wajah-Nya belum kita pandang.
Setiap kali kita mengasihi orang yang tak sempurna, mengampuni tanpa jaminan dibalas, berdoa tanpa suara yang menjawab, kita sedang hidup dari bahagia yang dijanjikan itu.
Hari ini, beranikah kita percaya sedikit lebih jauh dari yang bisa kita lihat?
Tuhan Yesus, aku belum memandang wajah-Mu, tetapi aku percaya. Kuatkanlah imanku yang tidak melihat, dan berkatilah dengan bahagia-Mu. Amin.