Jumat, 4 Juli 2031
Dihiburkan
Duka karena kehilangan ibu tidak sembuh dengan nasihat. Ia sembuh perlahan, biasanya lewat kehadiran orang baru yang mau tinggal dan mengasihi. Waktu saja tidak cukup; harus ada kasih yang mengisi ruang yang ditinggalkan.
Bacaan pertama hari ini menutup kisah panjang dengan satu kalimat yang lembut. Sesudah Sara, ibunya, meninggal, Ishak lama berkabung. Lalu datang Ribka. "Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya, dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal."
Perhatikan tempatnya: kemah Sara. Ruang yang dulu penuh kenangan ibu kini menjadi rumah bagi kasih yang baru. Tuhan tidak menghapus kenangan lama; Ia mengisinya kembali.
Begitulah cara Allah menghibur. Bukan dengan membuat kita lupa, melainkan dengan mengirim orang, kesempatan, tugas baru, yang perlahan menempati ruang kosong itu.
Menarik, jodoh Ishak tidak dicarinya sendiri. Seorang hamba yang setia diutus mencarikannya, dituntun Tuhan langkah demi langkah, sampai bertemu Ribka di tepi sumur. Penghiburan sering datang lewat tangan yang tidak kita duga, di jalan yang tidak kita rencanakan.
Adakah ruang kosong dalam hati kita yang sedang menunggu dihuni kembali? Percayalah, Tuhan tahu cara mengisinya, dan Ia tidak pernah terlambat.
Tuhan, di ruang yang ditinggalkan oleh kehilangan, datanglah dengan penghiburan-Mu. Isilah hatiku dengan kasih yang baru. Amin.